Skip to main content
x
Foto:Kolaborasi lintas daerah ditegaskan. Kotamobagu dan Bolmong satukan langkah, amankan pangan dan tekan gejolak harga jelang Ramadhan–Idulfitri 2026.

Kotamobagu–Bolmong Perkuat Aliansi Pangan, Bentengi Harga Jelang Ramadhan dan Idulfitri 2026

Kotamobagu,WartaPrima.com-Pemerintah Kota Kotamobagu menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan laju inflasi kebutuhan pokok di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Komitmen tersebut diperkuat melalui kerja sama strategis lintas daerah bersama Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Penguatan sinergi ini mengemuka dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Kamis (5/2).

Forum strategis tersebut melibatkan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara, Bulog, unsur TNI-Polri, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sebagai pusat distribusi dan konsumsi utama di kawasan BMR, Kota Kotamobagu memegang peran krusial dalam menjaga kelancaran pasokan bahan pangan. Sementara itu, Kabupaten Bolmong berfungsi sebagai daerah penyangga utama dengan kekuatan produksi di sektor pertanian, khususnya beras dan komoditas hortikultura.

Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Dony Lumenta, menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan kerja sama lintas daerah yang digagas melalui TPID. Menurutnya, kolaborasi erat dengan Kota Kotamobagu menjadi langkah strategis untuk meredam potensi gejolak harga, terutama menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Idulfitri 2026.

“Sinergi pemerintah daerah, Bank Indonesia, TPID, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar pasokan tetap aman dan harga tetap terkendali,” tegas Dony.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bolmong berkomitmen mengoptimalkan peran TPID, memperkuat rantai distribusi pangan, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor demi menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi regional, dengan Kota Kotamobagu sebagai episentrum aktivitas ekonomi BMR.
Kerja sama strategis antara Kota Kotamobagu dan Kabupaten Bolmong ini sejalan dengan arah Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Tahun 2026 bertema Sinergi Ketahanan Pangan (SIGAP), yang menitikberatkan pada penguatan sentra produksi, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga pangan secara berkelanjutan.(Bams*/)