KPPPA Sayangkan Terjadinya Pemerkosaan Mahasiswi KKN
Kota Bengkulu, Wartaprima.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyayangkan kejadian pemerkosaan terhadap mahasiswi yang tengah mengampu Kuliah Kerja Nyata (KKN) beberapa waktu yang lalu. Hal ini disampaikan oleh Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan pada Situasi Darurat dan Kondisi Khusus KPPPA, Nyimas Aliah, ketika ditemui di Hotel Santika Bengkulu, Selasa (10/7).
Ia mengatakan pihak universitas harus bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Sebab hal ini telah merugikan mahasiswi tersebut.
“Pelaku harus dihukum sesuai dengan aturan yg berlaku. Unntuk korban sendiri, dia harus mendapatkan hak sebagai korban,” ungkapnya.
Ia melanjutkan ada 5 jenis pelayanan yang wajib didapatkan korban. Di antaranya, layanan rehabilitasi kesehatan, layanan rehabilitasi sosial pemulihan trauma.
“Karena dia bisa trauma seumur hidup, jika tidak dipulihkan secara cepat,” imbuhnya.
Lalu, sambungnya, korban juga harus menerima layanan bantuan pendampingan hukum, mulai dari penyelidikan korban harus didampingi. Korban juga harus mendapatkan bantuan hukum.
“Terakhir korban juga mendapatkan pemulihan nama baik,” kata dia.
Dia menambahkan, kedepannya perempuan dan anak harus waspada karena banyak manusia berprilaku di luar norma. Hal ini diakibatkan dari segi penggunaan narkoba, minuman berakohol, dan lainnya.
“Korban harus memberanikan diri untuk melaporkan hal tersebut dan diajarkan hak-hak dapat mengantisipasi tindak kejahatan,” sampainya.
Untuk aparat, lanjutnya, harus cepat dan responsif terhadap penegakan keadilan. Jangan ada ketimpangan dalam penyelesaian masalah korban pelecehan ataupun pemerkosaan.
“Pihak universitas juga harus mengatasi hal tersebut agar tidak tejadi lagi kekerasan terhadap perempuan dan melakukan pendampingan keamanan,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, belum lama ini terjadi pemerkosaan terhadap mahasiswi KKN di Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah. Naasnya, kejadian ini diduga dilakukan oleh teman satu kelompoknya. [Isfahri]
