Terkait ada dugaan Korupsi Dana Kemenpora. BPI KPNPA RI meminta Usut dengan Tuntas
Waraprima.com - Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran RI minta kepada Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, mengusut tuntas kasus dugaan korupsi Dahnil Anzar Simanjuntak berkaitan dengan Penggunaan dana bantuan dari Kementrian Pemuda dan Olahraga di peruntukkan untuk Kegiatan Apel dan Kemah Kebangsaan Pemuda Islam di Halaman Candi Prambanan Tahun 2017.
Ketua Umum Badan Pengawasan Indevenden Kejayaan Penyelengara Negara dan Pengawasan Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Drs Rahmat Tubagus Sukendar SH Kepada Media, Senin (26/11/18).
Saat ini sedang ditangani oleh Subdit V Tipikor Krimsus Polda Metro Jaya untuk itu Ketum BPI KPNPA RI, meminta Subdit Tipikor Dit Krimsus Kepolisian Daerah Metro Jaya dapat mengusut tuntas kasus dugaan korupsi tersebut sampai dengan tuntas.
Dari elemen masyarakat penggiat anti korupsi sangat mendukung penuh Kepolisian Daerah Metro Jaya dalam penegakkan hukum dan Pemberantasan Korupsi di Indonesia tidak melihat siapa dan dari mana saja pihak-pihak yang diduga telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi, dan segera saja Subdit V Tipikor Dit Krimsus Polda Metro Jaya untuk memanggil pihak-pihak yang di anggap terkait, dan bisa mengembangkan kasus Ini, sehingga bisa mengungkap aktor-aktor yang di anggap bertanggung jawab atas terjadinya penyimpangan anggaran, sehingga dapat menimbulkan kerugian negara hampir Rp 2 miliar.
Dinterangkan Ketum BPI Dana Kemah Pemuda Islam di Candi Prambanan diduga dikorupsi hampir Rp 1,7 Miliar dimana ada kwitansi fiktip yang tidak diakui oleh pihak penyedia Jasa Catering atas kwitansi tersebut. Jadi kita sangat diharapkan dapat semua pihak yang terlibat bisa diproses secara hukum demi tegak nya penegakkan hukum di NKRI.
"Dari BPI KPNPA RI pusat sudah menugaskan kepada BPI KPNPA RI Wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta, untuk dapat melakukan pull baket data tipikor terkait dengan adanya kerugian keuangan negara diacara Perkemahan Kebangsaan Pemuda Islam Tahun 2017 tersebut," kata Ketum BPI
"Kita akan dukung penuh proses penyidikan terhadap kasus tersebut agar terang benderang dan bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk tidak bermain main dalam penggunaan uang negara, kita minta kepada Penyidik untuk memanggil penyedia Jasa Catering atau pihak hotel yang di boking terkait dengan penyerapan anggaran yang tidak pada tempatnya sehingga negara dirugikan miliaran rupiah," tandas ketum BPI. (jhon)
