Senator Destita Tampung Aspirasi Warga Desa Sukarami Terkait Ketahanan Pangan, MBDK, dan Pendidikan
Kedurang Ilir – Anggota DPD RI, Senator Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menggelar reses bersama masyarakat Desa Sukarami, Kecamatan Kedurang Ilir, Kabupaten Bengkulu Selatan, Selasa, 3 Juni 2025. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 17.30 WIB ini bertujuan menampung aspirasi langsung dari masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan utama, terutama terkait ketahanan pangan. Mereka mengeluhkan kesulitan memperoleh pupuk subsidi secara merata serta minimnya bantuan alat dan mesin pertanian. Harga hasil panen yang tidak stabil, sementara biaya produksi terus meningkat, menyebabkan pendapatan petani menurun. Warga berharap adanya jaminan pasar serta pelatihan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Isu Minuman Bersoda dan Berkafein (MBDK) juga menjadi perhatian. Warga khawatir terhadap tingginya konsumsi MBDK di kalangan remaja dan anak-anak, yang disebabkan kurangnya informasi terkait dampak kesehatan. Mereka meminta pengawasan lebih ketat terhadap penjualan MBDK di lingkungan sekolah serta kampanye sadar gizi yang lebih masif dari pemerintah.
Dalam aspek pendidikan, warga mengeluhkan kesulitan memahami proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online, terutama karena keterbatasan akses internet di desa. Sistem zonasi dinilai kurang memihak anak-anak desa yang ingin mengenyam pendidikan di wilayah lebih maju. Masyarakat berharap pemerintah memberikan bantuan teknis dan informasi secara langsung serta menyediakan jalur afirmasi khusus bagi wilayah tertinggal.
Menanggapi aspirasi tersebut, Senator Destita menyampaikan bahwa tindak lanjut akan dilakukan dengan koordinasi bersama Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu untuk memenuhi kebutuhan petani terkait subsidi, pelatihan, dan distribusi hasil panen. Ia juga akan mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar meningkatkan sosialisasi dan pendampingan proses SPMB, khususnya di wilayah pedesaan. Terkait MBDK, aspirasi warga akan disampaikan kepada BPOM dan Kementerian Kesehatan guna memperkuat edukasi serta pengawasan makanan dan minuman anak.
Dalam rekomendasi yang disampaikan, Senator Destita menekankan pentingnya penguatan program ketahanan pangan berbasis desa dengan kemudahan akses pupuk, pelatihan petani, dan fasilitasi pemasaran hasil pertanian. Regulasi pengendalian MBDK juga harus lebih tegas, disertai edukasi gizi di sekolah dan masyarakat. Sistem SPMB perlu dibuat inklusif dan ramah bagi desa dengan menyediakan jalur afirmasi dan pendampingan teknis bagi wilayah dengan keterbatasan akses digital. Selain itu, sinergi lintas sektor antara pendidikan, pertanian, dan kesehatan harus diperkuat guna menjamin keberhasilan program prioritas di daerah.
Kegiatan reses ini juga menjadi momen silaturahmi yang mempererat hubungan antara Senator Destita dengan masyarakat Desa Sukarami. Senator Destita mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat demi kemajuan bersama.
