Rutan Bengkulu Hadirkan Layanan Medis Lebih Dekat Bagi Warga Binaan
Bengkulu – Rumah Tahanan Negar (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus berkomitmen meningkatkan layanan kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui optimalisasi pelayanan di Klinik Pratama Rutan Bengkulu dengan dukungan tenaga medis dari Kanwil Ditjenpas Bengkulu.
Pada pekan ini, Rutan Bengkulu mendapatkan tambahan tenaga dokter CPNS Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Bengkulu, dr. Bella Oktaviani, yang mendapat jadwal visitasi di Rutan. Kehadiran dokter muda ini disambut antusias baik oleh pihak rutan maupun warga binaan. Pasalnya, selama bertugas, dr. Bella memberikan layanan pemeriksaan kesehatan langsung di Klinik Pratama, sehingga para WBP bisa lebih mudah mengakses pelayanan medis.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando dalam keterangannya, menyampaikan bahwa peningkatan layanan kesehatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam memberikan hak dasar bagi setiap warga binaan. “Kami ingin memastikan seluruh WBP mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Kehadiran dokter Bella sangat membantu kami dalam memberikan pelayanan medis yang lebih optimal dan cepat,” ujarnya.
Selama bertugas di Rutan, dr. Bella tidak hanya melakukan pemeriksaan umum, tetapi juga memberikan edukasi kesehatan kepada warga binaan. Edukasi tersebut mencakup pentingnya menjaga kebersihan diri, pola makan sehat, serta pencegahan penyakit menular. Hal ini penting mengingat lingkungan rutan yang padat berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit apabila tidak dikelola dengan baik.
Klinik Pratama Rutan Bengkulu sendiri telah dilengkapi dengan fasilitas dasar untuk menunjang pemeriksaan kesehatan, seperti ruang konsultasi, obat-obatan, serta tenaga perawat. Dengan tambahan dukungan dokter CPNS, pelayanan kesehatan kini menjadi lebih maksimal.
Dengan adanya dukungan dari tenaga medis profesional, Rutan Bengkulu optimis kualitas layanan kesehatan bagi WBP akan terus meningkat. Langkah ini sekaligus memperkuat citra positif pemasyarakatan yang tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan fisik dan mental warga binaan.
