Sopir Angkot Kebakaran Jenggot dengan Hadirnya GRAB Hingga Lakukan Demo
Wartaprima.com - Sekitar 290 sopir angkutan kota (angkot) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (28/08/18). Pukul 07:00 sopir angkot yang tergabung dalam Aliansi Angkot Lima Warna se-Kota Bengkulu ini sudah memadati Kantor Gubernur.
Aksi ini dilakukan Aliansi Angkot Lima Warna untuk menuntut Pemerintah Provinsi Bengkulu agar segera menutup transportasi online (GRAB) di Provinsi Bengkulu.
Salah satu korlap dalam aksi tersebut Endang mengatakan, Pemerintah Provinsi Bengkulu harus segera menutup transportasi online (GRAB), maraknya kehadiran transportasi online membuat penghasilan kami berkurang dari sebelumnya. Kami juga harus dikandangkan karena tidak mampu membayar trayek.
" Sekarang untuk setoran saja kita susah, kadang-kadang malah kita yang tidak dapat. Jadi kami Aliansi Angkot Lima Warna se-Kota Bengkulu, berharap kepada Plt Gubernur untuk segera menutup transportasi online (GRAB) tersebut, jika tidak ditutup maka kami akan mogok beroperasi," ujarnya.
Endang juga meminta pemerintah menegakkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang larangan transportasi online.
Setelah melakukan aksi tersebut, beberapa perwakilan sopir angkot dipersilahkan masuk ke Kantor Gubernur Provinsi Bengkulu untuk melakukan mediasi dengan pihak terkait. [KA]
