Anggota DPD RI Apt. Destita Serap Aspirasi Seniman Miniatur Bengkulu
Bengkulu – Dalam rangka kegiatan reses anggota DPD RI masa sidang Mei–Juni 2025, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M, menyambangi komunitas Seniman Rafflesia Bahari Miniatur di Kelurahan Bentiring Permai, Kota Bengkulu, pada Sabtu (24/5/2025).
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 11.00 hingga 13.00 WIB ini menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan pelaku seni lokal dalam menjaring aspirasi serta memperkuat ekosistem seni dan budaya berbasis kearifan lokal.
Dalam pertemuan tersebut, para seniman menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari minimnya perhatian terhadap seni miniatur sebagai bagian dari ekspresi budaya, hingga terbatasnya dukungan pelatihan, akses bahan baku berkualitas, dan fasilitas promosi.
“Seni miniatur bukan hanya karya estetika, tapi juga media edukatif dan penguatan identitas budaya. Namun saat ini, dukungan terhadap pengrajin miniatur masih sangat terbatas,” ungkap salah satu perwakilan seniman.
Mereka juga mengusulkan agar karya seni miniatur lebih mendapat tempat dalam promosi pariwisata budaya, pendidikan, serta memiliki ruang pamer khusus yang dapat diakses publik secara gratis. Kekhawatiran juga muncul terkait kurangnya minat generasi muda terhadap kerajinan tradisional, termasuk miniaturisasi bunga Rafflesia, rumah adat, kapal tradisional, dan ikon budaya Bengkulu lainnya.
Menanggapi hal ini, Apt. Destita menyampaikan sejumlah langkah tindak lanjut, di antaranya:
Berkoordinasi dengan Kemendikbudristek dan Kemenparekraf untuk membuka peluang program kreatif berbasis budaya lokal.
Mengusulkan program inkubasi seniman miniatur di daerah, termasuk pelatihan, pemasaran, dan pendampingan produksi.
Mendorong keterlibatan seniman miniatur dalam event nasional serta kemitraan dengan sekolah sebagai media edukatif budaya.
“Seniman miniatur perlu diberikan ruang, akses, dan pengakuan. Kita akan perjuangkan kebijakan afirmatif agar karya-karya ini tidak sekadar bertahan, tapi berkembang sebagai warisan budaya dan peluang ekonomi kreatif,” tegas Destita.
Dalam rekomendasinya, ia juga menyerukan pembentukan galeri budaya dan rumah seni miniatur oleh pemerintah daerah, serta optimalisasi peran Kementerian Koperasi dan UKM dalam membantu pembiayaan dan pengembangan usaha kreatif berbasis seni miniatur.
Kegiatan ini menjadi momen penting membangun jembatan komunikasi antara wakil daerah dan pelaku seni. Di akhir acara, Apt. Destita menyampaikan apresiasi atas dedikasi para seniman dan berkomitmen memperjuangkan aspirasi yang telah disampaikan ke tingkat pusat.
