Kenakan Pakaian Adat, Jajaran Rutan Bengkulu Gelorakan Semangat Pancasila
KOTA BENGKULU - Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2023, Jajaran Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu menggelar Upacara Bendera di Lapangan Upacara Rutan Bengkulu.
Menariknya dalam pelaksanaan kegiatan tersebut seluruh jajaran tampak antusias menggunakan pakaian adat yang beraneka ragam. Upacara yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan, Farizal Antony tersebut turut dihadiri oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Medi Ihwandi selaku Komandan Upacara dan Kasubsi Pengelolaan, Ganang Mahardiko beserta jajaran staf pegawai maupun petugas pengamanan.
Farizal menjelaskan, penggunaan pakaian adat dalam pelaksanaan upacara tersebut memang merupakan instruksi dari Kementerian Hukum dan HAM sekaligus sebagai simbol kecintaan terhadap keberagaman budaya yang ada di Indonesia.
"Alhamdulillah hari ini kita telah melaksanakan kegiatan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Sesuai dengan instruksi, dalam pelaksanaan upacara kita sepakat menggunakan pakaian adat baik untuk peserta maupun petugas. Kebetulan hari ini saya menggunakan pakaian adat melayu, saya lihat juga banyak rekan-rekan pegawai yang menggunakan pakaian adat Bengkulu, adat Betawai dan bahkan ada juga yang menggunakan pakaian adat Sumatera Utara. Saya sangat mengapresiasi antusias dari rekan-rekan sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya bangsa Indonesia," tegas Farizal.
Sementara dalam sambutannya, Farizal yang membacakan amanat tertulis dari Presiden Joko Widodo menyampaikan pentingnya mengedepankan sikap toleransi dan gotong royong sebagai salah satu kunci membangun bangsa yang kokoh dan menciptakan kehidupan dunia yang damai sejahtera. Hal ini diperlukan guna mencapai cita-cita bangsa Indonesia menjadi Indonesia Maju di tahun 2045.
"Toleransi, Persatuan dan Gotong Royong merupakan kunci dalam membangun bangsa yang kokoh serta menciptakan dunia yang damai dan sejahtera. Oleh karena itu saya mengajak kita semua untuk bergerak bersama, menolak ekstrimisme, menolak politisasi identitas dan agama serta menolak segala bentuk provokasi. Mari kita perjuangkan visi Indonesia Maju 2045, menjadi negara maju yang adil, sejahtera dan merata serta berwibawa dalam percaturan pergaulan dunia," pungkas Farizal.
