Skip to main content
x
Pelayanan
Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan saat kunjungi warganya yang sakit

Besuk Warga Sakit Diabetes, Wali Kota Helmi Pastikan Perawatan Intensif Selama Penyembuhan

Wartaprima.com - Sebagai bentuk Kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, terhadap warganya yang tertimpa musibah. Kali ini, Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Wali Kota Dedy Wahyudi, mengunjungi salah satu warganya yaitu Roslaili (56), yang mengidap penyakit diabetes di kediamannya di RT 09 Perumnas Korpri, Kelurahan Bentiring, Kecamatan Muara Bangkahulu, Rabu (10/6/2020).

Dalam kunjungannya, Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Wali Kota Dedy Wahyudi, langsung menanyakan kondisi Roslaili (56), yang mengidap penyakit diabetes dan menawarkannya untuk dirawat di rumah sakit.

“Bagaimana kondisinya bu saat ini? Ibu mau langsung dibawa ke rumah sakit agar bisa ditangani lebih lanjut bu?,” ujar Helmi.

Menjawab pertanyaan itu, Roslaili menginginkan dirinya dirawat di rumah saja. “Tidak usah pak, saya lebih suka dirawat di rumah saja dengan anak – anak saya,” ujar Roslaili.

Setelah itu, saat memberi bantuan, Wali Kota Helmi mengatakan, bahwa kunjungan ini sebagai bentuk kepedulian Pemkot Bengkulu terhadap warganya yang mengalami musibah.

“Ada laporan dari salah satu tokoh masyarakat, kemudian saya perintahkan camat untuk memastikannya, setelah itu sebagai bentuk kepedulian kita, saya dan wakil wali kota langsung membesuk ibu Roslaili ini dan langsung menyalurkan bantuan dari Baznas,” tambah Helmi.

Ia juga berharap, semoga dengan bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dalam biaya pengobatan.

“Ini ada bantuan dari Baznas berupa uang santunan untuk pengobatan ibu, insya allah setiap harinya nanti ada tim medis dari puskesmas melakukan pengecekan rutin terhadap ibu, agar terus dipantau perkembangannya,” tutup Helmi.

Untuk diketahui, sebelumnya Ibu Roslaili sempat dibawa ke Puskesmas Bentiring, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Kota Bengkulu. Lalu dirujuk lagi ke Rumah Sakit Tiara Sella, namun setelah delapan hari tidak ada perkembangan, ia akhirnya berobat sendiri secara mandiri di rumahnya. (Ad/Rd)