Wamenkumham RI Disambut Alunan Dhol Rutan Bengkulu
BENGKULU - Wakil Menteri Hukum Dan HAM RI (Wamenkumham) Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum. melakukan kunjungan kerja ke Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu
pada Rabu (13/03) guna meresmikan nama Lapangan tenis Mudjono Rutan Bengkulu. Dalam kesempatan tersebut rombongan Wamenkumham disambut langsung dengan alunan Musik Dol yang dimainkan oleh kolaborasi warga binaan Rutan Kelas IIB Bengkulu
dengan Sanggar Gratil Bengkulu.
Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu Farizal Antony, menjelaskan pertunjukan Musik Dol tersebut memang sengaja dipersiapkan guna menyambut
kedatangan Wamenkumham di Rutan Kelas IIB Bengkulu sebagai bentuk penghormatan.
"Musik Dol ini merupakan kolaborasi warga binaan dan Sanggar Gratil Bengkulu. Sengaja kita persiapkan sebagai persembahan dalam menyambut kedatangan Wamenkumham
di Rutan Kelas IIB Bengkulu sebagai bentuk penghormatan. Hal ini sesuai dengan budaya masyarakat Bengkulu dimana Musik Dol memang dimainkan untuk menyambut suatu perayaan dan tokoh-tokoh penting yang berkunjung ke Bengkulu," ujar Karutan.
Lebih lanjut Karutan juga menjelaskan saat ini pihaknya memang sedang merancang kerja sama dengan sejumlah sanggar kesenian di Kota Bengkulu dalam rangka mengembangkan
kesenian dan budaya Bengkulu bagi warga binaan. Hal ini dimaksudkan untuk dapat memberikan banyak pilihan bagi warga binaan dalam menyalurkan minat dan bakat selama menjalani masa pidana di Rutan Kelas IIB Bengkulu.
"Saat ini kita sudah memiliki sejumlah sarana dan prasarana seperti Bengkel Otomotif, Rubero Barbershop, Rubero Musik yang semuanya dapat dimanfaatkan oleh warga binaan dalam
menyalurkan minat dan bakatnya. Untuk Rubero Barbershop kita sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah Salon Pangkas Rambut untuk memberikan pelatihan penata rambut bagi WBP.
Kedepannya kita juga berencana menjalin kerjasama dengan sanggar kesenian khususnya dalam Kesenian Dol sehingga nantinya warga binaan semakin memiliki banyak pilihan dalam menyalurkan minat dan bakatnya.
Selain itu juga sebagai upaya untuk melestarikan budaya Bengkulu," pungkas Karutan.
