Bupati Nata: 1.500 Hektare Sawah Dapat Suntikan Dana untuk Irigasi dari Kementan RI
Wartaprima.com - Ribuan hektare sawah di Kepahiang, Bengkulu, bakal mendapatkan bantuan untuk pengairan atau irigasi sawah masyarakat.
Bupati Kepahiang, Zurdi Nata mengatakan pengairan ini merupakan program dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI, dengan sasaran kelompok tani (poktan) yang ada di Kepahiang.
Untuk luasan lahan sendiri, ada 1,556 hektare, dengan anggaran Rp 7,1 miliar. Anggaran ini nanti akan digunakan untuk membangun berbagai jenis saluran irigasi, mulai dari beton hingga pipa.
Kondisi saat ini, kata Nata, Kepahiang ini sendiri memiliki banyak air yang bisa dimanfaatkan untuk pengairan sawah.
Hanya saja, karena kebocoran dan sebab lain, air yang berlimpah ini hanya sebagian kecil yang bisa teraliri ke sawah-sawah petani.
"Sehingga, dengan program ini, optimalisasi lahan, air ini betul-betul bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi," kata Nata, Rabu (25/6/2025).
Saat ini, petani sawah di Kepahiang masih panen satu tahun sekali. Dengan adanya program ini nanti, diharapkan petani bisa panen hingga dua kali dalam satu tahun.
"Target kita, nanti tercapai swasembada beras di Kepahiang," ungkap Nata.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kepahiang, Taufik mengatakan sampai saat ini, Kepahiang memiliki lahan pertanian padi, baik sawah basah atau lahan kering seluas 3,300 hektare, tersebar di 8 kecamatan.
Untuk meningkatkan produksi, Taufik mengatakan ada dua cara, yakni memperluas lahan sawah, ataupun meningkatkan produksi.
Pilihan pertama, yakni perluasan lahan sawah, dinilai tidak memungkinkan. Kondisi geografis Kepahiang yang berbukit menjadi pembatas perluasan lahan.
"Karena potensi kita terbatas, maka tahun ini kita tidak mengusulkan cetak sawah baru," kata Taufik.
Akhirnya, diambil pilihan kedua, yakni meningkatkan produksi di lahan yang ada.
Melalui berbagai upaya, seperti peningkatan metode tanam, varietas padi ungggul, irigasi, serta pemupukan, petani di Kepahiang diharapkan bisa panen setidaknya dua kali dalam satu tahun.
Dengan demikian, produksi bisa meningkat dua kali lipat, untuk mencapai ketahanan pangan di Kepahiang.
"Target kita, pada tahun 2025 ini, bisa panen atau produksi gabah kering sebanyak 5 ton setiap hektare sawah atau ladang," ujar Taufik. (Adv)
