Sespimma Polri Angkatan 75 Pokjar V Gandeng DTPH Jabar, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional melalui Produktivitas Jagung
BANDUNG — Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) Polri Angkatan ke-75 Tahun Anggaran 2026 Kelompok Belajar (Pokjar) V menggelar kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Senin (4/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor DTPH Jabar, Jalan Surapati, Kota Bandung, ini mengusung tema “Optimalisasi Kerjasama Polri dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat guna Meningkatkan Produktivitas Tanaman Jagung dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan.”
Ketua Tim Supervisi KKP Sespimma Polri, Tommy, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergitas dan kolaborasi antara institusi Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
“Polri saat ini mendapat arahan dari pimpinan untuk mendukung swasembada pangan, khususnya komoditas jagung. Karena itu, kolaborasi dengan DTPH Jabar menjadi langkah strategis,” ujarnya.
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tersebut dihadiri oleh 25 peserta didik Sespimma Polri Pokjar V, aparatur sipil negara dari DTPH Jabar, mahasiswa, pengawas, tenaga pendidik, serta pendamping dari Sespimma Polri.
Tommy berharap melalui kolaborasi tersebut, ketahanan pangan nasional dapat semakin kuat dan mendukung percepatan pembangunan nasional.
“Mudah-mudahan pembangunan nasional dapat terus kita capai dengan fondasi ketahanan pangan yang mantap,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DTPH Jabar, Dadan Hidayat, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya jagung.
Menurutnya, produksi jagung di Jawa Barat terus mengalami peningkatan, bahkan pada tahun 2025 Jawa Barat menempati peringkat ketujuh nasional dalam produksi jagung.
Ia juga menyampaikan bahwa peningkatan produksi jagung telah diperkuat melalui nota kesepahaman (MoU) antara pimpinan Polri dengan kementerian terkait, serta kerja sama di tingkat daerah bersama Polda Jawa Barat.
“Ekosistem pertanian kini semakin kuat karena didukung pembiayaan melalui Bank Himbara, Primkopol, dan CSR. Jadi peningkatan produksi harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor hilir,” jelasnya.
Melalui KKP ini, Sespimma Polri dan DTPH Jabar berharap sinergi antara keamanan, pertanian, dan pembangunan ekonomi dapat semakin kokoh dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia.
