Skip to main content
x
Pemprov Bengkulu dan Baznas Perkuat Sinergi Garap Zakat Perusahaan untuk Pengentasan Kemiskinan

Pemprov Bengkulu dan Baznas Perkuat Sinergi Garap Zakat Perusahaan untuk Pengentasan Kemiskinan

BENGKULU, Wartaprima.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu terus memperkuat kolaborasi strategis dalam mengoptimalkan potensi zakat mal perusahaan sebagai instrumen baru pengentasan kemiskinan dan pembangunan daerah.

Sinergi tersebut dibahas dalam rapat khusus terkait kontribusi zakat mal bagi perusahaan yang beroperasi di Bengkulu, yang digelar di Ruang Rapat Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, H. Herwan Antoni, S.KM., MM., M.Kes., menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh langkah Baznas dalam membangun kerja sama dengan sektor korporasi demi meningkatkan pemanfaatan zakat secara optimal.

“Kolaborasi ini dibangun dengan visi memajukan Bengkulu secara pesat melalui pendayagunaan zakat yang optimal,” ujar Herwan Antoni.

Dalam skema yang sedang dirancang, perusahaan-perusahaan di berbagai sektor usaha di Bengkulu akan didorong untuk menyalurkan zakat mal sebesar 2,5 persen melalui Baznas Provinsi Bengkulu sesuai ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku.

Adapun sektor yang menjadi sasaran kebijakan ini meliputi perusahaan perkebunan, pertambangan galian C, kontraktor, hingga berbagai sektor usaha lainnya yang beroperasi di wilayah Bengkulu.

Pemerintah Provinsi juga akan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki kemitraan dengan perusahaan sebagai jembatan strategis untuk memperluas akses Baznas ke dunia usaha.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat fungsi sosial zakat dalam membantu masyarakat kurang mampu, tetapi juga menjadi bagian dari strategi mendukung program pembangunan daerah, termasuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, regulasi pendukung tengah disiapkan guna mempermudah perusahaan dalam menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Baznas Provinsi Bengkulu, sehingga implementasi zakat perusahaan dapat berjalan efektif, legal, dan berkelanjutan.

Optimalisasi zakat perusahaan dinilai menjadi langkah inovatif dalam memperkuat pembiayaan sosial masyarakat di tengah tantangan efisiensi anggaran, sekaligus mendorong pembangunan Bengkulu yang lebih inklusif.

Melalui kerja sama ini, Baznas dan Pemprov Bengkulu berharap zakat tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi sosial yang mampu mendorong kemajuan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. (Adv)