Skip to main content
x
Nasional
Wakil Bupati Aceh Saat Berikan Bantuan Kepada Salah Satu Korban Kebakaran

Wabup Serahkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Keude Paya Bakong

Wartaprima.com - Korban terdampak kebakaran di Keude Paya Kabupaten Aceh Utara Propinsi Aceh mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah, Selasa (29/10/2019).

Bantuan masa panik diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf didampingi Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara Drs Amir Hamzah dan Plt Kadis Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Zulkarnaini, MPd, Kabag Humas Andree Prayuda, SSTP, MAP, Sekretaris Camat Paya Bakong Syafi’i, serta para muspika lainnya. Bantuan tersebut diterima oleh Geusyik Keude Paya Bakong Saifullah Is.

Adapun bantuan yang diberikan adalah 5 dus ikan kaleng (sarden)  36 liter minyak goreng, 3 dus kecap manis, 21 buah kasur atau tilam, bantal 21 buah, guling 21 buah, dan sprei 21 lembar, kain sarung 50 lembar, baju koko 40 buah, sajadah 30 lembar baju daster 110 buah, 150 lembar mukena serta 11 paket perlengkapan sekolah anak-anak.

Wakil Bupati mengungkapkan turut prihatin kepada para korban atas musibah yang terjadi.

“Kita berharap bantuan ini sedikit banyaknya bisa mengurangi beban para korban kebakaran di Keude Paya Bakong ini,” kata Fauzi Yusuf.

Wabup juga memberikan semangat kepada para korban agar selalu tabah dan kuat dalam menghadapi musibah.

"Dibalik musibah ada hikmah yang hendak diberikan Allah SWT, oleh sebab itu kita sebagai hambaNya harus sabar dalam menghadapinya," ungkapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara Drs Amir Hamzah mengatakan pihaknya telah mendirikan tenda dan dapur umum darurat untuk digunakan oleh korban kebakaran.

“Sejak hari pertama kebakaran para korban sudah menempati tenda darurat yang kita sediakan di lokasi dan juga dapur umum,” kata Amir Hamzah.

Sebelumnya diberitakan, bahwa kebakaran yang terjadi pada Jumat (25/10/2019) dinihari  itu menghanguskan 19 unit ruko dan dua unit rumah penduduk, menyebabkan sebanyak 21 keluarga kehilangan tempat tinggal. Mereka terpaksa mengungsi. Sebagian tinggal di tenda darurat yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah, sebagian lainnya mengungsi ke balai desa dan ke rumah kerabat. (Mh)