Pemilu 2024 Telah Dekat, Rutan Bengkulu Dikunjungi KPU Kota, Gelar Kordinasi
BENGKULU - Dalam upaya memastikan kesiapan terhadap pelaksanaan Pemilu 2024 di Rutan Kelas IIB Bengkulu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu melakukan giat koordinasi pada Rabu (13/12). Dalam giat tersebut rombongan disambut oleh Kepala Rutan, Farizal Antony yang diwakili oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Medi Ihwandi. Pertemuan tersebut menurut Medi merupakan bagian dari langkah proaktif pihak rutan maupun KPU Kota Bengkulu dalam mempersiapkan segala sesuatu terkait dengan penyelenggaraan Pemilu 2024 bagi warga binaan.
"Kami sangat mengapresiasi kerjasama dan koordinasi yang baik antara Rutan Kelas IIB dan KPU Kota Bengkulu dalam membahas persiapan menjelang Pemilu 2024. Ini merupakan bentuk komitmen dalam memastika hak pilih bagi seluruh warga negara Indonesia, termasuk warga binaan di Rutan Kelas IIB Bengkulu," ungkap Medi.
Selanjutnya Medi juga mengungkapkan salah satu fokus utama dari pertemuan tersebut adalah memastikan bahwa setiap tahanan yang memiliki hak suara akan mendapatkan akses dan fasilitas untuk melaksanakan hak pilihnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Langkah-langkah teknis dan administratif juga dibahas secara mendetail guna memastikan kelancaran proses pemilihan di dalam rutan. Pembahasan yang dilakukan juga mencakup edukasi dan sosialisasi kepada warga binaan secara intensif guna meningkatkan pemahaman warga binaan tentang hak dan kewajiban mereka dalam proses demokrasi.
"Diskusi yang berlangsung antara pihak Rutan Kelas IIB Bengkulu dan KPU Kota Bengkulu meliputi sejumlah aspek, termasuk penyelenggaraan hak pilih bagi tahanan yang memiliki hak suara, proses pemungutan suara di dalam rutan, serta memastikan keamanan dan keterbukaan selama proses pemilihan di dalam lingkungan rutan. Dimana rencananya akan disediakan dua TPS khusus di Rutan Kelas IIB Bengkulu. Diharapkan, koordinasi antara rutan dan KPU ini dapat menjadi contoh kolaborasi yang baik dalam memastikan setiap suara diakui dan dihormati, mengukuhkan esensi demokrasi yang inklusif dan merata," pungkas Medi.
