Skip to main content
x

DPO Koruptor Pengadaan Lahan di Kepahiang Disidang In Absentia

Wartaprima.com - Kejaksaan Negeri Kepahiang akan menyidangkan terdakwa H. AS dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan lahan seca in absentia pada Rabu (29/9/21). Proses sidang in absentia ini merupakan kali pertama dilakukan di Provinsi Bengkulu, peradilan in absentia dapat diartikan pemeriksaan suatu perkara tanpa kehadiran pihak tergugat.

Sebelumnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk menemukan keberadaan terdakwa, termasuk menetapkan terdakwa masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan melakukan koordinasi dengan Adhyaksa Monitoring Centre (AMC). Berdasarkan perhitungan BPKP Perwakilan Bengkulu, Perkara tipikor pengadaan lahan TPA sampah Muara Langkap telah menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.688.750.000.

Kajari Kepahiang Ridwan, SH melalui Kasid Pidus Riky Musriza, MH menjelaskan proses persidangan in absentia terhadap perkara tipikor merupakan kali pertama dalam sejarah penegakan hukum di Provinsi Bengkulu.

"Ini bentuk keseriusan Kejari Kepahiang untuk menuntaskan perkara korupsi," ujar Riky.

Hal tersebut juga dilakukan setelah JPU menerima penetapan jadwal sidang dari Majelis Hakim pada Pengadilan Tipikor Bengkulu Nomor :39/Pidsus TPK/2021/PN Bgl tanggal 27 September 2021. 

"Proses persidangan secara in absentia dilakukan oleh JPU atas pertimbangan terdakwa bersikap tidak kooperatif tanpa alasan yang sah tidak hadir dipanggil dalam tahap penyidikan, atas dasar pertimbangan tersebut maka JPU Kejari Kepahiang mengacu pada Pasal 38 UU 31 1999 jo UU 20 2001," jelas Riky.

  • Total Visitors: 686255

Facebook comments

Promotion

Adsense Page