Skip to main content
x
Berkat Program Kemandirian, Rutan Bengkulu Panen Kacang Panjang Melimpah

Berkat Program Kemandirian, Rutan Bengkulu Panen Kacang Panjang Melimpah

BENGKULU – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali mencatatkan prestasi positif melalui program ketahanan pangan yang dikelola langsung oleh warga binaan. Dalam panen raya yang dilaksanakan pada pekan ini, rutan berhasil memanen hasil pertanian berupa kacang panjang dari lahan pertanian yang ada di lingkungan rutan. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Rutan Bengkulu tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan hukum, tetapi juga pada peningkatan keterampilan dan kemandirian warga binaan.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rafi Rizaldi dalam keterangannya, mengungkapkan rasa bangganya terhadap hasil panen kali ini. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan panen kacang panjang ini merupakan buah dari kerja keras warga binaan yang selama ini secara rutin merawat dan mengelola kebun sayuran sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.

“Program ketahanan pangan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan produktif. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang bisa mereka gunakan setelah bebas nanti. Alhamdulillah, hari ini kita melihat hasil nyata berupa panen kacang panjang yang melimpah,” ujar Rafi.

Lahan pertanian yang berada di area belakang rutan telah dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman hortikultura, termasuk kacang panjang. Seluruh proses pertanian, mulai dari pengolahan tanah, penyemaian, penanaman hingga pemeliharaan dan panen, dilakukan oleh para warga binaan dengan pendampingan dari petugas rutan, Nanang Darmawan.

Panen kacang panjang ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan dalam hal pertanian, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan pembinaan karakter dan mental para narapidana. Hasil panen sebagian digunakan untuk kebutuhan konsumsi dapur rutan, dan sebagian lainnya akan dipasarkan ke masyarakat sekitar, sehingga mendukung pula upaya kemandirian ekonomi rutan.

"Program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan merupakan salah satu program akselerasi Menimipas dalam mendukung Asta Cita Presiden. Dimana dalam program ini Menimipas mendorong seluruh lapas dan rutan untuk menjalankan program pembinaan berbasis keterampilan dan kemandirian, termasuk di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan," ungkap Rafi.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan stigma negatif terhadap narapidana bisa perlahan berkurang, dan masyarakat dapat melihat bahwa mereka juga mampu berkontribusi secara positif apabila diberi kesempatan. Rutan Bengkulu membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat belajar dan bertumbuh.

"Ke depan, Rutan Bengkulu berencana untuk memperluas jenis tanaman yang dibudidayakan serta memperbesar skala produksi agar hasilnya bisa lebih maksimal dan berdampak lebih luas, baik bagi warga binaan maupun masyarakat sekitar," pungkas Rafi.