Skip to main content
x
Gunawan KPR Rutan Bengkulu Gelar Razia Deteksi Dini Perdana di Blok Hunian Warga Binaan

Gunawan KPR Rutan Bengkulu Gelar Razia Deteksi Dini Perdana di Blok Hunian Warga Binaan

Bengkulu – Dalam rangka menegaskan komitmen terhadap deklarasi Zero Halinar (handphone, pungli, dan narkoba) yang telah dicanangkan beberapa waktu lalu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu, Ahmad Gunawan, langsung mengambil langkah tegas. Pada Senin (2/6) Gunawan memimpin langsung razia di blok-blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Giat razia ini merupakan langkah awal sekaligus bentuk penegasan terhadap keseriusan pihak Rutan Bengkulu dalam memberantas segala bentuk pelanggaran yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan pemasyarakatan. Razia ini juga menjadi momentum bagi Ka.KPR yang baru menjabat untuk menunjukkan keseriusan dalam menjalankan tugasnya. Dukungan penuh dari jajaran petugas Rutan Bengkulu menjadi modal penting dalam menciptakan tata kelola pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas. Pelaksanaan razia melibatkan seluruh petugas pengamanan dan sejumlah staf.

Dengan pengawasan ketat, para petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh di sejumlah kamar hunian. Pemeriksaan dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip humanis namun tegas, guna menghindari potensi gesekan antara petugas dan WBP. Fokus utama razia adalah untuk memastikan tidak adanya peredaran handphone ilegal dan narkoba di dalam rutan, dua hal yang selama ini menjadi ancaman serius dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia.

Dalam keterangannya, Gunawan mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata implementasi dari deklarasi zero halinar yang telah dicanangkan beberapa Waktu lalu. Ia juga menegaskan bahwa razia serupa akan terus dilakukan secara berkala dan mendadak, sebagai upaya pencegahan dan penindakan terhadap potensi pelanggaran.

“Hari ini kami pastikan bahwa tidak ada toleransi terhadap handphone dan narkoba di dalam Rutan Bengkulu. Kami ingin menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan kondusif untuk pembinaan para warga binaan,” ujar Gunawan dengan tegas.

Setelah dilakukan pemeriksaan di sejumlah kamar hunian, petugas tidak menemukan satu pun barang terlarang seperti handphone, narkoba, maupun benda berbahaya lainnya. Temuan nihil ini menjadi sinyal positif bahwa upaya pengawasan dan pengendalian yang dilakukan selama ini mulai menunjukkan hasil.

Meski demikian, Ka.KPR menegaskan bahwa pihaknya tidak akan lengah. Menurutnya, keberhasilan razia ini bukan akhir dari upaya, melainkan awal dari komitmen jangka panjang dalam menjaga integritas dan keamanan rutan.

“Kami mengapresiasi warga binaan yang sudah menunjukkan sikap kooperatif selama giat berlangsung. Tapi kami tetap akan melakukan pengawasan ketat, karena keamanan rutan adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Gunawan.