Polda Bengkulu Lakukan Bimtek Polsuspas Rutan Manna Sebagai Bentuk Penguatan Sdm
Manna - Tidak sekadar jaga pintu dan kunci, petugas Rutan adalah Polisi Khusus. Semangat itu yang dibangun Rutan Kelas IIB Manna lewat Bimbingan Teknis Polsuspas bersama Polda Bengkulu, Senin (26/10).
Aula Rutan Manna jadi ruang belajar bersama. Mulai pukul 09.00 WIB, suasana sudah penuh antusias.
Hadir langsung Kepala Rutan Hannibal, S.Sos., M.Si., narasumber Kasubdit Polsus dan Satpam Polda Bengkulu AKBP Banyu Erni, serta pejabat struktural, regu pengamanan dan staf Rutan Manna.
MC membuka acara, menyampaikan tujuan kegiatan ini jelas yaitu bikin petugas makin paham, makin disiplin dan makin profesional dalam tugas pengamanan.
Lagu Indonesia Raya berkumandang, semua berdiri tegak. Lanjut Mars Kemenimipas, khidmat. Nilai pengabdian sebagai insan Pemasyarakatan kembali ditegaskan.
Karutan Hannibal, S.Sos., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan dengan tegas dan penuh motivasi:
"Terima kasih saya sampaikan kepada Ibu AKBP Banyu Erni dari Polda Bengkulu yang telah berkenan hadir memberikan penguatan kepada kami. Ini momentum penting bagi kita semua.
Saya selalu sampaikan kepada jajaran, jangan jadi petugas yang biasa-biasa saja, yang penting datang, absen, pulang. Kita ini Polsuspas, Polisi Khusus Pemasyarakatan. Kita punya kewenangan kepolisian terbatas yang sah secara undang-undang. Jadi harus paham betul apa tugas kita.
Saya minta tiga hal. Pertama, disiplin. Disiplin waktu, disiplin SOP, disiplin sikap. Tidak ada toleransi untuk petugas yang lengah saat jaga. Kedua, paham tugas. Pelajari lagi Perpol tentang Polsus, pahami kapan harus bertindak preventif, kapan represif, semua ada aturannya. Ketiga, yang paling penting, sinergitas. Rutan tidak bisa jalan sendiri. Kita butuh Polri, kita butuh Polda, Polres. Jaga hubungan baik, jaga komunikasi. Kalau kita solid, Rutan pasti aman.
Ikuti bimtek ini dengan serius, tanya kalau tidak paham, karena ilmu hari ini adalah tameng kita dalam bertugas besok," tegas Karutan Hannibal yang disambut tepuk tangan peserta.
Puncaknya, materi dari AKBP Banyu Erni. Dengan gaya lugas dan mudah dipahami, beliau kupas tuntas soal Polsus dari hulu ke hilir. Mulai dari dasar hukum, batas kewenangan, etika penggunaan kekuatan, sampai teknik deteksi dini gangguan kamtib.
Dalam pemaparannya yang memukau, AKBP Banyu Erni menegaskan:
"Rekan-rekan semua harus bangga, karena Polsuspas itu adalah Polisi Khusus Pemasyarakatan. Dasar hukumnya jelas, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, PP Nomor 43, Perpol Nomor 9. Di pundak rekan-rekan melekat kewenangan kepolisian secara terbatas. Artinya apa? Di dalam lingkungan kerja Rutan ini, rekan-rekan adalah polisinya. Jangan minder, jangan ragu.
Kewenangan terbatas bukan berarti semangatnya terbatas. Justru rekan-rekan adalah garda terdepan, radar pertama. Deteksi dini itu kuncinya. Jangan tunggu ribut dulu baru bergerak, jangan tunggu ada HP masuk dulu baru razia. Lihat dari hal kecil. Perubahan perilaku warga binaan, cara mereka berkomunikasi, barang titipan yang mencurigakan, itu semua sinyal. Cegah sebelum kejadian.
Kedua, pahami etika penggunaan kekuatan. Kita bertindak sesuai SOP, bertahap, terukur. Tegas itu wajib, tapi humanis itu harga mati. Karena kita berhadapan dengan manusia yang sedang dibina, bukan musuh.
Ketiga, saya titip. Kekompakan dan pelaporan. Satu regu harus saling mengingatkan, saling mengawasi. Kalau ada kejadian menonjol, laporkan cepat, berjenjang dan akurat. Dan ingat, Polda Bengkulu, Polres Bengkulu Selatan, selalu ada di belakang rekan-rekan. Kalau sudah di luar kemampuan Polsuspas, segera koordinasi, kami siap backup 24 jam. Karena tujuan kita sama, Rutan aman, petugas selamat, pembinaan jalan," ujar AKBP Banyu Erni dengan penuh semangat.
Sesi tanya jawab jadi paling seru. Petugas jaga malam tanya soal penanganan warga binaan high risk, petugas P2U tanya soal pemeriksaan barang titipan. Semua dijawab tuntas dengan contoh kasus di lapangan oleh AKBP Banyu Erni.
Tidak terasa, waktu berjalan cepat. Acara ditutup dengan doa bersama agar seluruh petugas Rutan Manna diberi kelancaran dalam tugas.
Foto bersama jadi penutup manis. Senyum, salam komando dan semangat baru terpancar dari wajah seluruh peserta.
Bimtek selesai, tapi tugas baru dimulai. Hasil bimtek ini akan langsung diimplementasikan dalam pola pengamanan Rutan Manna. Lebih sigap, lebih paham aturan dan lebih solid bersama Polri demi Rutan Manna yang aman dan Pemasyarakatan yang berintegritas.
