Skip to main content
x
Rutan Bengkulu Dapat Pendampingan Teknis Pengisian ASKI dan LKE Kearsipan 2025

Rutan Bengkulu Dapat Pendampingan Teknis Pengisian ASKI dan LKE Kearsipan 2025

Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu mengikuti kegiatan pendampingan pengisian formulir Audit Sistem Kearsipan Internal (ASKI) dan Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Pengelolaan Kearsipan Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Jumat (23/5), dan diikuti oleh Kasubsi Pengelolaan Rutan Bengkulu, Hengki Alowan, beserta jajaran pegawai yang terkait dalam pengelolaan arsip.

Pendampingan ini diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan arsip di seluruh unit pelaksana teknis (UPT), termasuk Rutan. Audit Sistem Kearsipan Internal (ASKI) merupakan instrumen penting untuk menilai kesiapan, kelengkapan, dan efektivitas sistem kearsipan yang diterapkan di lingkungan kerja. Sedangkan LKE digunakan sebagai alat bantu untuk mengevaluasi sejauh mana pengelolaan arsip telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pendampingan teknis secara langsung dari tim Sekjen Kemenimipas. Materi yang disampaikan mencakup panduan pengisian formulir ASKI dan LKE, identifikasi dokumen yang dibutuhkan, serta tips dan strategi untuk meningkatkan nilai evaluasi kearsipan. Hal ini sangat penting, mengingat penilaian kearsipan tidak hanya berdampak pada reputasi instansi, tetapi juga menjadi bagian dari reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Kasubsi Pengelolaan Rutan Bengkulu, Hengki Alowan, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Rutan Bengkulu dalam meningkatkan mutu pengelolaan arsip. “Kami menyadari pentingnya kearsipan yang baik dan benar dalam mendukung akuntabilitas dan transparansi layanan publik. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat kami apresiasi dan akan kami tindak lanjuti dengan langkah-langkah perbaikan nyata,” ujarnya usai mengikuti sesi daring.

Ia juga menambahkan bahwa jajaran Rutan Bengkulu telah berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan, termasuk dalam aspek sarana dan prasarana, digitalisasi arsip, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Dengan adanya pendampingan ini, pihaknya berharap proses pengisian ASKI dan LKE untuk tahun 2025 dapat dilakukan secara tepat, akurat, dan sesuai ketentuan.

"Pendampingan ini sekaligus menjadi ajang pembelajaran dan koordinasi antar unit kerja di lingkungan Kemenimipas. Melalui media daring, peserta dari berbagai daerah dapat berbagi praktik baik (best practices) dalam pengelolaan arsip. Ini menunjukkan bahwa teknologi informasi telah menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi birokrasi digital, termasuk dalam bidang kearsipan," pungkas Hengki.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan serta berdiskusi terkait kendala teknis yang kerap dihadapi di lapangan. Tim pendamping memberikan solusi praktis serta rekomendasi agar proses audit dan evaluasi berjalan optimal.