Rutan Bengkulu Fasilitasi Kebaktian Virtual bagi Warga Binaan Nasrani
Bengkulu – Dalam upaya memenuhi hak-hak kerohanian para warga binaan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemenuhan hak asasi manusia, terutama dalam hal kebebasan beragama dan beribadah. Pada hari Rabu (21/5), Rutan Bengkulu memfasilitasi kegiatan kebaktian secara virtual bagi warga binaan beragama Nasrani.
Kegiatan ibadah yang dilakukan secara daring ini merupakan bagian dari program rutin yang diselenggarakan Rutan Bengkulu guna memastikan para warga binaan tetap dapat menjalankan ibadah meskipun berada dalam keterbatasan ruang gerak.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando menjelaskan bahwa fasilitas kebaktian virtual ini diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap hak spiritual warga binaan. "Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan, termasuk dalam hal keagamaan. Kebebasan beragama merupakan hak dasar setiap individu, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana," ujarnya.
Kebaktian yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut diikuti oleh sejumlah warga binaan Nasrani. Dengan menerapkan protokol keamanan dan tata tertib yang ketat, kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Para warga binaan tampak khidmat mengikuti setiap sesi kebaktian, mulai dari puji-pujian, doa, hingga penyampaian firman Tuhan oleh pendeta yang memimpin ibadah dari gereja mitra melalui sambungan video konferensi.
Selain menjadi sarana pemenuhan hak beribadah, kegiatan kebaktian ini juga dinilai berperan dalam pembinaan mental dan spiritual warga binaan. Rutan Bengkulu terus mendorong partisipasi aktif para warga binaan dalam kegiatan keagamaan sebagai bagian dari proses rehabilitasi sosial dan integrasi kembali ke masyarakat.
"Dengan adanya kebaktian secara virtual ini, Rutan Bengkulu menegaskan bahwa pemidanaan tidak serta-merta menghilangkan hak-hak dasar warga binaan. Justru, melalui pendekatan yang manusiawi, UPT pemasyarakatan memiliki peran penting dalam membentuk pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat," pungkas Yulian.
