Lapas Perempuan Bengkulu Gandeng UNIB Tingkatkan Kesadaran Kesehatan
BENGKULU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Bengkulu bekerja sama dengan Universitas Bengkulu menggelar kegiatan sosialisasi penyakit menular seksual (PMS) serta pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT) bagi warga binaan, Kamis (2/10).
Kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan yang disampaikan langsung oleh tim dosen Program Studi Kebidanan Universitas Bengkulu. Materi disajikan secara interaktif, membahas pengertian PMS, jenis-jenis penyakit, cara penularan, gejala, hingga langkah-langkah pencegahan. Sebanyak 87 warga binaan mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias dan aktif berdiskusi.
Usai sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan IMT yang bertujuan mengetahui status gizi warga binaan. Data ini diharapkan dapat menjadi gambaran awal mengenai kondisi kesehatan fisik sekaligus dasar bagi tindak lanjut di bidang kesehatan reproduksi maupun kesehatan umum.
Sebagai bagian dari penguatan data, tim dosen juga melakukan wawancara mendalam kepada empat warga binaan terpilih. Wawancara tersebut menggali pemahaman mereka terkait kesehatan reproduksi, akses layanan kesehatan di dalam lapas, serta tantangan menjaga kesehatan selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Perempuan Bengkulu, Suci Winarsih, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama dengan Universitas Bengkulu.
“Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran warga binaan akan kesehatan reproduksi serta mendorong perilaku hidup sehat di lingkungan lapas,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Bengkulu berharap warga binaan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri. Sementara itu, tim dosen Kebidanan Universitas Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan perempuan.
