Tekankan Disiplin dan Integritas, Karutan Bengkulu Tegaskan Komitmen Bebas Halinar
Bengkulu — Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Bengkulu, Yulian Fernando, memimpin langsung pelaksanaan apel pagi pegawai pada Selasa (1/7). Apel yang dilaksanakan di halaman Rutan Bengkulu ini diikuti oleh seluruh jajaran, mulai dari pejabat struktural, staf pegawai, hingga sembilan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2024 yang baru saja mulai melaksanakan tugas di lingkungan Rutan Bengkulu.
Dalam amanatnya, Karutan Yulian Fernando mengawali dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada para CPNS yang kini resmi bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Rutan Bengkulu. Ia menegaskan bahwa kehadiran para CPNS ini menjadi semangat baru dalam peningkatan kinerja dan pelayanan di Rutan.
“Saya ucapkan selamat datang dan selamat bergabung kepada para CPNS yang mulai hari ini resmi menjalankan tugasnya. Ini adalah awal dari perjalanan panjang karier kalian di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Jaga semangat, jaga integritas, dan terus belajar,” ujar Yulian dalam arahannya.
Lebih lanjut, Karutan juga memberikan penekanan khusus kepada seluruh jajaran agar senantiasa menjaga kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Menurutnya, kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam membentuk lingkungan kerja yang profesional dan berintegritas.
“Disiplin adalah kunci utama. Saya minta seluruh jajaran, mulai dari pejabat hingga staf pelaksana, untuk terus menjaga kedisiplinan dalam setiap aspek pekerjaan. Tidak ada ruang bagi pelanggaran atau kelalaian,” tegas Yulian.
Dalam kesempatan tersebut, Yulian juga kembali menegaskan komitmen Rutan Bengkulu terhadap program Zero Halinar—program yang mengedepankan pemberantasan terhadap tiga hal utama: handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba. Ia meminta seluruh pegawai untuk mendukung penuh komitmen ini dan menjadikannya sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Kita semua sudah berkomitmen terhadap program Zero Halinar. Saya tegaskan kembali, tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran dalam bentuk apapun. Pastikan tidak ada HP ilegal, tidak ada pungli, dan tidak ada narkoba di dalam lingkungan Rutan. Ini adalah harga mati bagi kita semua,” kata Yulian dengan tegas.
Di akhir amanatnya, Yulian mengingatkan seluruh jajaran untuk bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang sehat, harmonis, dan produktif demi memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan dan masyarakat.
“Kita adalah garda terdepan dalam menjaga marwah institusi. Mari kita bekerja dengan penuh tanggung jawab, tidak setengah hati, dan selalu menempatkan kepentingan organisasi di atas segalanya,” pungkas Yulian.
