Skip to main content
x
rutan

Api Unggun Membara, Drama Musikal Pramuka Rutan Bengkulu Bangkitkan Semangat Perubahan

Bengkulu — Pramuka Binaan Rutan Kelas IIB Bengkulu sukses mencuri perhatian dalam Malam Puncak Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan Tahun 2025 yang digelar di Lapas Kelas IIA Bengkulu. Mereka menampilkan drama musikal bertema transformasi pribadi yang menggugah, dalam rangkaian acara api unggun, Selasa (15/7) malam.

Drama musikal yang dibawakan langsung oleh regu Pramuka binaan Rutan tersebut mengangkat kisah perjalanan batin warga binaan dalam menemukan jati diri dan harapan baru di balik jeruji. Penampilan ini mendapat apresiasi luas karena berhasil menyentuh emosi peserta perkemahan dan menggambarkan hasil nyata dari proses pembinaan yang dijalankan di Rutan Kelas IIB Bengkulu.

Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Yulian Fernando menyatakan, penampilan ini bukan sekadar hiburan, tetapi merupakan bagian dari proses pembinaan karakter. "Kami ingin menunjukkan bahwa pembinaan di dalam rutan mampu menumbuhkan kembali nilai-nilai positif dan semangat perubahan diri," ujar Yulian.

Malam puncak perkemahan juga diisi dengan prosesi sakral Penyalaan Api Dasa Darma, yang menjadi salah satu momen paling berkesan. Sepuluh obor dinyalakan oleh perwakilan warga binaan Pramuka dari berbagai UPT Pemasyarakatan, termasuk Rutan Bengkulu. Masing-masing peserta membacakan butir Dasa Darma dengan lantang dan penuh penghayatan, menciptakan suasana khidmat dan sarat nilai moral.

Acara semakin semarak dengan penampilan Dance Semaphore dari Regu Pramuka Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu. Gerakan isyarat yang ditampilkan memukau para peserta dan menambah nuansa artistik pada malam itu. Sementara itu, panggung musik warga binaan Lapas Kelas IIA Bengkulu menjadi penutup acara, membawakan lagu-lagu bertema persatuan, harapan, dan perubahan diri.

Partisipasi aktif Rutan Kelas IIB Bengkulu dalam perkemahan ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan berbasis nilai-nilai kepramukaan. Selain membina keterampilan, kegiatan ini juga mendorong pembentukan karakter positif bagi warga binaan.