Skip to main content
x
rutan

Razia Rutin di Blok Rafflesia, Rutan Bengkulu Pastikan Bebas Halinar

Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu menggelar kegiatan tes urine bagi seluruh pegawai pada Kamis (18/9). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika sekaligus mendukung program Rutan Bersinar (Bersih dari Narkoba) yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Pelaksanaan tes urine dilakukan secara menyeluruh, mencakup Kepala Rutan, pejabat struktural, staf, hingga Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Kegiatan ini dilaksanakan di dalam lingkungan Rutan Bengkulu dengan mekanisme yang teratur dan diawasi langsung oleh tim internal. Proses pengambilan sampel urine dilakukan secara bergiliran dan terdata, sehingga tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi, objektivitas, dan kerahasiaan.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, menjelaskan bahwa tes urine ini merupakan langkah preventif yang penting untuk menjaga integritas jajaran pemasyarakatan. Menurutnya, sebagai garda terdepan dalam pembinaan warga binaan, petugas pemasyarakatan harus terbebas dari narkoba agar mampu memberikan teladan sekaligus memastikan tidak adanya celah penyalahgunaan di lingkungan kerja.

“Pegawai Rutan adalah contoh bagi warga binaan. Jika petugas bersih, maka akan lebih mudah menegakkan disiplin dan mengedukasi warga binaan untuk menjauhi narkoba. Karena itu, kami memastikan seluruh jajaran mengikuti tes urine ini tanpa terkecuali,” tegas Yulian.

Selain sebagai upaya pencegahan dini, kegiatan ini juga menjadi bentuk tanggung jawab moral serta transparansi kepada masyarakat. Dengan dilakukannya pemeriksaan rutin seperti ini, Rutan Bengkulu ingin menunjukkan bahwa semangat perang melawan narkoba tidak hanya ditujukan kepada warga binaan, tetapi juga diwujudkan mulai dari jajaran internal.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh pegawai Rutan Bengkulu, termasuk CPNS, dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika. Capaian ini menjadi bukti bahwa Rutan Bengkulu terus konsisten dalam menjaga komitmen anti-narkoba dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.

“Alhamdulillah, seluruh hasilnya negatif. Ini menjadi kabar baik sekaligus penegasan bahwa komitmen bebas narkoba di Rutan Bengkulu bukan hanya slogan, melainkan nyata diterapkan dalam tindakan yang terukur dan berkesinambungan,” pungkas Yulian.