Asa di Ujung Penantian Jemaat Gereja di Kampung Sagu Makimi
Oleh : Letkol Inf Marudut H. Simbolon
Dansatgas TMMD Ke-125 Kodim 1705/Nabire

POHON Asam Jawa dan pohon mangga tinggi menjulang, kokoh, dihalaman Gereja GKI Talitakum di Kampung Manunggal Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Terpaan mentari sore membuat dua pohonan tersebut terlihat memesona. Hembusan angin membuat daunya menari-tari, membawa keriangan sore ini
Dan aku, Letkol Inf Marudut H. Simbolon, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-125 Kodim 1705/Nabire, masih setia menikmati keindahan ciptaan Tuhan itu. Hingga tanpa aku sadari ada tangan menepuk lembut pundakku. Dialah Pendeta. Titus Ruamba, S.Si,Teol, pria yang setia memberikan pelayanan rohani di Gereja GKI Talitakum.
“Bagaimana gerejanya Bapak, Suka dengan model bangunannya,?” kataku memancing reaksinya,
“Bagus sekali, jemaat pasti akan suka, mereka akan nyaman menjalankan kegiatan rohaninya,” balasnya.
Hingga kamipun saling memandang pada bagunan Gereja yang sudah terlihat bentuknya. Aku membayangkan para jemaat akan berdoa dengan khusuk di GKI Talitakum yang dibangun ulang oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1705/Nabire ini.
Kuajak Pendeta Titus Ruamba lebih mendekat ke bangunan gereja ini. Sebanyak 150 personel gabungan dari unsur TNI AD, TNI AL, Polri, Pemda, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat berjibaku menuntaskan bangunan gereja, hingga bangunan-bangunan pendamping, seperti pagar, hingga rumah pastori.
Bangunan yang menjadi sasaran fisik ini mendekati 100 persen. Hambatan Cuaca yang tidak menentu serta jarak lokasi ke sasaran cukup jauh dari pusat kota sehingga memperlambat distribusi bahan material. Solusi yang ditempuh melaksanakan kegiatan sasaran fisik di luar ruangan pada saat cuaca cerah dan memaksimalkan kegiatan di dalam rungan pada saat cuaca hujan.
“Bagaimana aman semua pekerjaan,” tanyaku pada Komandan SSK TMMD ke-125, Kapten Inf Suprasto Mami.
“Aman Komandan. tinggal sedikit lagi, pengecatan,” jawabnya meyakinkanku.
Dan memang apa yang dikatakan Dan SKK benar. Bagunan ini kini terlihat megah dari dalam. Para jemaat pasti bangga memiliki tempat ibadah yang bagus. Kuajak pandanganku mengitari setiap sudut ruangan. “Ya tinggat pengecatan, dan semuanya akan selesai tepat waktu,” ucapku lirih.
Kupalingkan pandangan ke Pendeta Titus Ruamba, dia langsung melempar senyuman. “Terima kasih. Syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa, karena oleh kasihNya, anugerahNya dan berkatNya, pembangunan gedung gereja yang tertunda begitu lama, kini akhirnya terwujud,” ucapnya.
Kulihat ada butiran bening yang berusaha ditahan agar tidak sampai jatuh. “Dengan turut campur tangan pemerintah serta TMMD yang telah bekerja dan menyelesaikan sebagian pekerjaan yang selama ini sangat dirindukan oleh jemaat gereja. Terima kasih banyak, Tuhan memberkati,” ucapnya tulus, lalu memelukku, dan menepuk punggungku lembut.

Kampung Sagu
Aku menyadari sinergi yang solid antara TNI dan masyarakat, akan membawa perubahan nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat di pedalaman Nabire ini, Sekedar diketahui, Distrik Makimi memiliki potensi besar dalam budidaya sagu, bahkan telah dicanangkan sebagai Kampung Sagu. Pemerintah daerah mendorong warga untuk merawat dan mengembangkan tanaman sagu, yang merupakan makanan pokok masyarakat setempat.
Selain sagu, Distrik Makimi juga memiliki potensi dalam perkebunan kedelai. Panen raya kedelai pernah dilakukan di Kampung Legari dan Biha, dengan perkiraan hasil yang cukup signifikan.
Meskipun fokus utamanya pada sagu dan kedelai, tidak menutup kemungkinan ada potensi komoditas perkebunan lain yang bisa dikembangkan di Distrik Makimi, mengingat wilayah ini berada di Kabupaten Nabire yang juga dikenal sebagai penghasil salak.
Wilayahnya didominasi oleh hutan mangrove, terutama di sekitar perairan pantai dan muara sungai. Masyarakat setempat memanfaatkan mangrove untuk mencari kerang dan kepiting. Sagu juga merupakan makanan pokok dan sumber pendapatan penting bagi masyarakat di Distrik Makimi.
Manfaat dan Dukungan Anggaran
TMMD Ke-125 memberi manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi kesejahteraan maupun pertahanan. Dari sisi kesejahteraan, infrastruktur yang dibangun akan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan warga. Dari sisi pertahanan, kegiatan ini memantapkan kemanunggalan TNI-rakyat serta semangat kebangsaan.
Total anggaran TMMD Ke-125 di Nabire mencapai Rp2,409 miliar, terdiri dari Rp2 miliar dari Pemkab Nabire dan Rp490,5 juta dari komando atas TNI. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan fisik, kegiatan nonfisik, program unggulan, hingga upacara pembukaan dan penutupan.

Sasaran fisik dan Nonfisik
Untuk diketahui, selain pembangunan gereja di Kampung Manunggal Jaya, pada TMMD ke-125 Kodim 1705/Nabire juga melakukan pembangunan fisik lain, di antaranya, pembangunan 1 unit rumah pastori. pembangunan pagar gereja sepanjang 75 meter, pembangunan gapura gereja, dan pembangunan jembatan penghubung.
Juga ada sasaran nonfisik, di antaranya, penyuluhan agama, penyuluhan hukum, penyuluhan kamtibmas, penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan ketahanan pangan, penyuluhan kesehatan, Penyuluhan stunting, dan Penyuluhan UMKM.
Selain tidak ketinggalan, Program Unggulan KASAD, di antaranya TNI Manungggal air, dengan membangun sumor bor sebanyak 4 unit manunggal air, pembangunan WC sebanyak 4 unit, ketahanan pangan seluas 2,5 hektare, penanaman 2 hektare mangrove , dan 1 unit RTLH.
Atas kerja keras itu, seperti diungkapkan Bupati Nabire Mesak Magai, TMMD tidak hanya berperan membuka akses infrastruktur di wilayah sulit dijangkau, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, gotong royong, serta mempererat sinergi antara TNI dan rakyat.
Bupati berharap TMMD Ke-125 tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik seperti, jembatan juga fasilitas umum, namun yang terpenting, seluruh masyarakat untuk mendukung dan menjaga hasil-hasil pembangunan TMMD. “Kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat akan memperkuat persatuan dan cinta tanah air di tengah tantangan pembangunan saat ini,
Kemanunggalan TNI-Rakyat
Senada, Komandan Korem (Danrem) 173/PVB Brigjen TNI Frits WR Pelamonia menyampaikan, kegiatan TMMD ke-125 ini merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada rakyat serta implementasi kemanunggalan TNI-Rakyat yang terus diperkuat melalui karya-karya nyata di daerah yang masih memerlukan perhatian khusus pada aspek pembangunan.
“TMMD ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kepercayaan, pemberdayaan, dan kolaborasi nyata antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat," ujar Danrem.
Hal itu semakin dipertegas Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNi Rudi Puruwito, TMMD ke-125 ini momentum untuk semakin meningkatkan sinergi, menggugah kesadaran bersama untuk selalu menghidupkan budaya gotong royong, mempererat tali persaudaraan, merajut kebersamaan dan persatuan, meningkatkan karya, inovasi dan prestasi, membangun daerah. Hal ini sejalan dengan tema kali ini, ‘Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah’.
“Dan kita berharap program-program ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga akan dapat membawa dampak positif terhadap kesejahteraan warga Kampung Manunggal Jaya dalam jangka panjang, dan saya juga menekankan bahwa faktor keamanan selama pembangunan, kualitas hasil dan pemberdayaan tenaga lokal menjadi fokus utama selama proses pengerjaan berlangsung” sambungnya.
Tim Wasev dipimpin oleh Mayjen TNI Agustinus Purboyo meninjau ke lokasi pelaksanaan TMMD ke-125 di wilayah Kodim 1705/Nabire
Selaras Asta Cita Presiden
Teringat itu, aku tersenyum dan senyumku semakin lebar Ketika Mayor Jenderal TNI Agustinus Purboyo selaku Pimpinan Pengawas dan Evaluasi (Wasev) mengapresiasi keberhasilan pembangunan ini. Ia menegaskan keberhasilan TMMD tak lepas dari peran semua pihak, termasuk Polri dan masyarakat, selaras dengan Asta Cita Presiden yang memprioritaskan program ketahanan pangan.
“Program ketahanan pangan ini menjadi asas prioritas,” katanya, mengingat pentingnya kemandirian pangan di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.
Melalui TMMD ke-125, semangat kebersamaan diharapkan semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Program ini menjadi bukti bahwa sinergi TNI, Polri, dan masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan pembangunan merata dan berkelanjutan di seluruh pelosok negeri.
Aku kembali tersenyum, dan kali ini senyuman itu semakin terasa melegakan ketika masyarakat mendekat ke arahku dan pendeta. Dan bersama-sama bergeser dari bangunan gereja ke rumah pastori.
Lettu Inf La Samute, Danramil 1705-02/Legari yang juga ikut mengawasi pembangunan Rumah Pastori di Kampung Manunggal Jaya SP 4, Distrik Makimi, mengungkapkan rasa bangganya terhadap keterlibatan masyarakat. “Mereka tidak hanya menonton, tapi ikut merasakan bahwa bangunan ini milik bersama. Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama TMMD,” ujarnya.
Kegembiraan juga diucapkan Bapak Petrus, bahwa kehadiran Rumah Pastori sangat dinanti. “Kami warga jemaat sangat bersyukur. Rumah ini nanti akan dihuni oleh pendeta yang membimbing kami. Jadi kami juga merasa wajib membantu sekuat tenaga,” ucapnya pria 58 tahun itu haru.
Kepala Desa Lagari 4 mengucapkan terima kasih atas perhatian dan komitmen TNI, khususnya Kodim 1705/Nabire, dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran program TMMD ini. Kehadiran Bapak Dandim bersama jajaran TNI menjadi semangat baru bagi masyarakat Lagari 4. Harapan kami, sinergi ini terus berlanjut demi kemajuan kampung,” ujar Kepala Desa.
Kepala Distrik (Kadistrik) Makimi, Wendelinus Bere, S.Ip, juga mengucapkan terima kasih kepada Dandim 1705/Nabire, Bupati Nabire dan atas nama masyarakat sungguh merasa bangga, karena adanya program TMMD ke-125 di Kampung Manunggal Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
Dia menyampaikan rasa bangga apalagi program TMMD ini bisa masuk ke Kampung Manunggal Jaya. Ia pun meminta agar semua pihak memberikan perhatian khusus lebih ke wilayah ini, karena wilayah ini merupakan wilayah paling ujung dan harapan ke depan akan menjadi suatu tempat wisata yang baik dan bisa menambah nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nabire.
Dan aku, yang juga menjabat Komandan Kodim (Dandim) 1705/Nabire terus mendengarkan ungkapan-ungkapan kebahagian itu. Aku menyadari pembangunan begitu dinantikan oleh warga yang tinggal jauh di pedalaman Nabire, di Papua Tengah ini. Walau sebenarnya mereka memiliki kelengkapan sumber daya alam, ada pantai, bukit juga hutan, serta perkebunan sagu juga pertanian jagung yang berlimbah, namun mereka belum tersentuh pembangunan.
Angin sore berhembus pelan, menerpa ke wajah, membawa keteduhan,. Dan saat kulihat senyum menghiasi wajah-wajah warga Kampung Manunggal Jaya, aku pun tersentuh, haru. Ingin rasanya kukabarkan pada pemerintahan di luar sana, bahwa ada Nabire, daerah dengan sumber daya alam berlimpah yang justru terlambat tersentuh pembangunan. Dan berkat TMMD ke-125 pembangunan itupun menjadi nyata.
