Skip to main content
x
Advertorial
Bupati Rejang Lebong, DR H Ahmad Hijazi saat diwawancarai

Bupati Rejang Lebong Usulkan Penambahan Unit Bank

Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu Ahmad Hijazi, mengusulkan Bank Bengkulu membentuk unit di setiap kecamatan di daerah itu.

"Saya minta pihak perbankan khususnya Bank Bengkulu, bisa membentuk unit di setiap kecamatan di Rejang Lebong sehingga nantinya tidak ada lagi warga yang menyimpan uang kas," ujar Bupati Ahmad Hijazi di Rejang Lebong, Rabu (20/02/20)

Permintaan pembentukan unit bank di setiap kecamatan ini tambah dia, untuk membantu masyarakat setempat yang masih punya kebiasaan menyimpan uang tunai di rumah terutama kalangan masyarakat pedesaan yang umumnya adalah petani kopi.

"Saya pernah mengamati kendaraan pengangkut kopi yang keluar dari Kecamatan Sindang Dataran setiap malamnya bisa mencapai 10 truk, kalau per truknya 10 ton berarti sudah 100 ton kopi kering yang keluar dari sana sehingga banyak warga di sana yang menyimpan uang di rumah," katanya.

Sejauh ini pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat kata dia, mulai membaik hal ini bisa dilihat dengan banyaknya perbankan yang membuka kantor cabang di Rejang Lebong, di mana saat ini jumlahnya mencapai 10 bank.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Bengkulu, Agus Salim menyatakan pihaknya akan mempertimbangkan usulan pendirian unit bank pelat merah tersebut dalam wilayah Kabupaten Rejang Lebong dengan melihat potensi dan peluang usaha di daerah itu.

"Kalau saat ini unit Bank Bengkulu selain yang berada di dalam perkotaan di Kabupaten Rejang Lebong sudah ada di beberapa kecamatan seperti di Kecamatan Padang Ulak Tanding, kemudian di Binduriang, dan Kecamatan Selupu Rejang," terangnya.

Merupakan satu dari wilayah rawan bencana alam seperti gempa, longsor dan banjir yang terjadi hampir di sepanjang tahun. selama ini saat terjadi bencana khususnya untuk banjir warga kesulitan mencari air bersih, namun untuk saat ini Polda Bengkulu telah menyiapkan satu unit kendaraan inovasi yang memanfaatkan air kotor menjadi air siap konsumsi.

Teknologi pengelolaan air bersih yang diterima Polda Bengkulu dari Mabes Polri ini sementara telah diujicobakan perdana di markas komando ( Mako ) Brimob Bengkulu. Sistem pengelolaan air kotor menjadi bersih ini cukup efisien dan praktis dengan memanfaatkan air yang ada seperti air sungai, waduk, empang penampungan, danau atau situ bahkan air banjir yang tidak layak konsumsi.

Kapasitas mesin pengelolaan air kotor menjadi air bersih ini dapat menghasilkan 7000-8000 liter air per jam untuk keperluan mandi, cuci kakus (MCK) kemudian dengan teknologi air treatment air ini kemudian dapat diolah kembali menjadi air siap minum dengan kapasitas 2000-2500 liter.

Disampaikan Kapolda Bengkulu Irjen. Pol Supratman, MH teknologi water treatment ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapat pasokan air bersih ketika bencana terjadi, selain efisien dan praktis tentunya sistem pengelolaan air bersih ini dapat di mobilisasi karena mesin air treatment ini sudah terpasang di kendaraan operasional jenis truk.

”Alhamdulilah, saat ini kita sudah memiliki alat yang dapat dipergunakan untuk mengelola air kotor menjadi air bersih dan bahkan siap minum, sehingga dapat dimanfaatkan ketika bencana alam terjadi dimana pada umumnya masyarakat yang terdampak kesulitan mencari air bersih untuk keperluan mereka," ujarnya.

Sementara sistem pengelolaan air kotor menjadi air bersih ini baru satu unit dan disiagakan di satbrimob Polda Bengkulu, kedepan dimungkinkan akan ditambah sesuai dengan kebutuhan serta dapat melayani sembilan kabupaten dan satu kota yang ada di provinsi Bengkulu. (Adv/Ad)