Skip to main content
x
Daerah
Pelatihan Membatik

Disperindag Canangkan Pelatihan Membatik

Wartaprima.com - Mukomuko sudah memiliki batik dengan corak khas sendiri dengan nama “Bauki Tando Pusako”, akan tetapi pembuatan batik ini belum dilakukan di dalam dan oleh masyarakat Mukomuko.

Beberapa baju batik “Bauki Tando Pusako” yang sudah beredar dan sempat dipakai oleh sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mukomuko, pembuatannya masih di luar daerah yakni Solo, Jawa Tengah. Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Mukomuko, Nurdiana SE., MAP. dalam keterangannya, Rabu (11/09/119).

Menurutnya di Kabupaten Mukomuko belum ada usaha yang bergerak di bidang pembuatan batik. Sehingga pihak-pihak yang ingin membuat batik khas Mukomuko, termasuk pemerintah daerah ini, harus membuat ke luar daerah.

“Kalau kita pesan di Solo. Soalnya harga agak murah, bisa cepat dan bisa pesan banyak. Sempat juga kita cari pembuat batik di Bengkulu, tapi harganya lebih tinggi dan tidak bisa buat banyak. Padahal kita butuh banyak untuk promosi di MTQ nanti,” tuturny.

Kata Nurdiana, agar batik ini bisa dibuat di dan oleh masyarakat Mukomuko sendiri, pihaknya akan menggelar pelatihan membatik. Disperindag, pada APBD-P mengusulkan dana untuk pelaksanaan pelatihan membatik sebesar Rp 100 juta.

“Kita perkirakan, dana tersebut bisa melatih sekitar 50 orang calon pembatik,” ungkapnya.

Kendati demikian, menurut Sekre Disperindag ini, untuk sampai pada fase pandai membatik, calon pembatik harus mengikuti pelatihan beberapa tingkat, mulai tingkat dasar, kombinasi warna dan seterusnya.

“Yang kita ajukan di APBD-P ini untuk pelatihan tingkat dasar. Kedepan, rencananya juga akan di gelar pelatihan tingkat selanjutnya. Dengan harapan masyarakat kita bisa membuat batik, khususnya batik khas Mukomuko,” ujarnya. (AD)