Antisipasi Paham Radikal, Kesbangpol dan LSM Cahaya Benteng Adakan Seminar Kebangsaan
Wartaprima.com - Kamis (28/11/2019), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cahaya Benteng bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Kab Bengkulu Tengah, melakukan kegiatan Seminar Kebangsaan, dengan Tema “Dengan Penanaman Nilai-nilai Pancasila pada Generasi Muda, Mari Kita Kita Tolak Faham Radikal yang Menjadi Sumber Keretakan Bangsa di Bengkulu Tengah.
Kegiatan yang dilaksanakan di aula pertemuan Kantor Badan Kesbangpol Bengkulu Tengah, dibuka oleh Kepala Badan Kesbangpol Bengkulu Tengah, Eka Nurmaeni, SE. MPd, dan hadir sebagai Narasumber, Ketua MuI, H Tarmizi, S.Pdi, Kasdim 0407/Bengkulu, Mayor Inf Sapto Ary Prabowo, Kasat Binmas Polres Bengkulu Utara. Iptu Haryanto.
Kegiatan ini turut diikuti para pemuda, dari Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama (IPNU), Perwakilan Karang Taruna Kab Bengkulu Tengah, Pelajar dari madrasah Aliyah Mamba’ul Ullum Bengkulu Tengah, perwakilan Tokoh Pemuda di Kab Bengkulu Tengah.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesbangpol Bengkulu Tengah, Eka Nurmaeni SE.M.Pd, mengajak Generasi Muda sebagai pemegang nasib bangsa, untuk tidak hanya mengenal Pancasila dari pelafalan Teks Pancasila saja, akan tetapi memahami dan melaksanakan nilai Nilai yang terkandung dalam Pancasila.
"Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia, menjadi pedoman dalam berprilaku masyarakat Indonesia. Pancasila menjadi pedoman ampuh dalam menangkal idiologi idiologi asing serta faham radikal yang mengganggu kesatuan Bangsa dan menjadi sumber keretakan bangsa," tegas Eka.
Sementara itu, Kasat Binmas Polres Bengkulu Utara, Iptu Hariyanto, mengajak para generasi muda untuk mendukung kegiatan revolusi mental berdasarkan Pancasila, "karena Revolusi mental merupakan salah satu unsur dari Revolusi Pancasila yang diorientasikan kepada perubahan di bidang material dan politik yang sejalan dengan idealitas Pancasila," jelasnya.
Sementara Ketua MUI Bengkulu Tengah, H Tarmidzi. M.Pdi, mengatakan bahwa, Agama Islam adalah agama kedamaian, Islam tidak mengajarkan kekerasan, radikalisme dan tindakan sadis lainnya, akan tetapi ajaran Islam mengajarkan kasih sayang, lemah lembut sopan santun dan kedamaian, sesuai dengan pedoman Rahmatan lil Alamin, atau Rahmat seluruh Alam.
"Negara Indonesia, terdiri dari berbagai ragam suku, budaya, bahasa hingga perbedaan keyakinan dan agama, hal tersebut terkait erat dengan toleransi (tasâmuh), kata toleransi sejatinya berbicara tentang cinta, kasih sayang dan simpati. Karena menghargai dan menghormati orang lain yang berbeda," jelas Tarmizi.
Selanjutnya, diakhiri Kasdim 0407/Bengkulu, Mayor Inf Sapto Ary Prabowo, mengajak agar generasi muda untuk kembali menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam upaya menangkal Faham Radikalisme pada generasi milenial atau generasi muda. (**)
