Skip to main content
x
.

Merajut Asa di Lereng Gunung, TMMD ke-121 Wujudkan Impian Desa Arabika

Feature

Oleh      : Letkol Arm Dian Akhmad Arifandi, S.E., M.Han.

                (Dansatgas TMMD Reh Ke 121 Kodim 1424/Sinjai)

 

Kabut putih tebal menyelimuti setiap pagi Desa Arabika, sebuah desa kecil yang terletak di lereng Gunung Bawakaraeng, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Desa ini berada di ketinggian 2.840 meter di atas permukaan laut, membuatnya seolah-olah berada di atas awan. Suasana pagi di desa ini selalu tenang, seolah waktu berjalan lebih lambat di sini.

Namun, ketenangan itu terganggu oleh raungan keras dari sebuah dump truck yang berjuang untuk bergerak maju di tengah lumpur. Hujan deras yang turun semalam membuat jalan tanah di desa ini berubah menjadi jebakan lumpur yang lengket. Ban kendaraan besar itu hampir separuh tenggelam, terjebak dalam kubangan lumpur yang mengancam kelancaran misi.

Dump truck tersebut membawa material batu untuk pembangunan di lokasi kegiatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa), sebuah inisiatif besar dari Kodim 1424/Sinjai. Kegiatan ini bertujuan membangun jembatan, lapis tebing, dan saluran gandeng sarana vital bagi warga desa yang akan mendukung kesejahteraan dan mobilitas mereka.

Di lokasi, sejumlah anggota Satgas TMMD Kodim 1424/Sinjai segera bereaksi, mencoba mendorong dump truck tersebut dengan sekuat tenaga. Namun, semua upaya tampak sia-sia. Lumpur yang licin membuat roda hanya berputar tanpa pergerakan berarti. Keringat mulai bercucuran, tetapi semangat tak pernah surut. Tim tahu, setiap detik yang terbuang akan memperlambat jalannya pembangunan yang sangat dibutuhkan warga desa.

Situasi ini membuat kami berpikir keras. Jika masalah ini tidak segera teratasi, suplai material akan terhambat, mengganggu kelancaran pembangunan jembatan, lapis tebing, dan saluran gandeng—sasaran utama TMMD Reguler ke-121 Tahun 2024 kali ini.

Feature Oleh      : Letkol Arm Dian Akhmad Arifandi, S.E., M.Han.                 (Dansatgas TMMD Reh Ke 121 Kodim 1424/Sinjai)  Kabut putih tebal menyelimuti setiap pagi Desa Arabika, sebuah desa kecil yang terletak di lereng Gunung Bawakaraeng, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Desa ini berada di ketinggian 2.840 meter di atas permukaan laut, membuatnya seolah-olah berada di atas awan. Suasana pagi di desa ini selalu tenang, seolah waktu berjalan lebih lambat di sini. Namun, ketenangan itu terganggu oleh raungan keras dari sebuah dump truck yang berjuang untuk bergerak maju di tengah lumpur. Hujan deras yang turun semalam membuat jalan tanah di desa ini berubah menjadi jebakan lumpur yang lengket. Ban kendaraan besar itu hampir separuh tenggelam, terjebak dalam kubangan lumpur yang mengancam kelancaran misi. Dump truck tersebut membawa material batu untuk pembangunan di lokasi kegiatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa), sebuah inisiatif besar dari Kodim 1424/Sinjai. Kegiatan ini bertujuan membangun jembatan, lapis tebing, dan saluran gandeng—sarana vital bagi warga desa yang akan mendukung kesejahteraan dan mobilitas mereka. Di lokasi, sejumlah anggota Satgas TMMD Kodim 1424/Sinjai segera bereaksi, mencoba mendorong dump truck tersebut dengan sekuat tenaga. Namun, semua upaya tampak sia-sia. Lumpur yang licin membuat roda hanya berputar tanpa pergerakan berarti. Keringat mulai bercucuran, tetapi semangat tak pernah surut. Tim tahu, setiap detik yang terbuang akan memperlambat jalannya pembangunan yang sangat dibutuhkan warga desa. Situasi ini membuat kami berpikir keras. Jika masalah ini tidak segera teratasi, suplai material akan terhambat, mengganggu kelancaran pembangunan jembatan, lapis tebing, dan saluran gandeng—sasaran utama TMMD Reguler ke-121 Tahun 2024 kali ini.
Traktor menjadi pilihan alternatif untuk mengangkut matrial kelokasi TMMD

Setelah berdiskusi singkat, keputusan diambil. Traktor menjadi pilihan alternatif. Dengan sedikit modifikasi, kami menambahkan tempat di bagian belakang traktor untuk memuat material. Meski bukan solusi ideal, ini adalah langkah yang harus diambil untuk memastikan pembangunan terus berjalan.

Membangun Harapan, Infrastruktur Baru untuk Desa Arabika

Pembangunan infrastruktur ini tidak hanya menjadi prioritas, tetapi juga merupakan harapan yang telah lama dinanti oleh masyarakat. Kegiatan utama TMMD kali ini meliputi pelebaran jalan, pembangunan jembatan, dan saluran gandeng.

Proses pembangunan jembatan
Proses pembangunan jembatan

Pembangunan jembatan sepanjang 4 meter dengan lebar 5 meter, sebuah penghubung yang sangat dinantikan warga. Jembatan ini akan menyatukan kembali ruas jalan yang selama ini terputus oleh sungai, memisahkan Desa Arabika dan Desa Bontolempangan. Dengan rampungnya pembangunan ini, jarak tempuh antara kedua desa akan terpangkas secara signifikan, membuka akses lebih luas bagi warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Jalur jalan sepanjang 2.600 meter dengan lebar 5 meter ini sedang dikerjakan untuk memastikan kelancaran mobilisasi, sesuatu yang sangat diimpikan warga setempat. Kegiatan ini adalah simbol nyata bahwa harapan warga untuk mendapatkan akses yang lebih baik segera terwujud.

Pembangunan saluran gandeng/lapis tebing
Pembangunan saluran gandeng/lapis tebing

Namun, tantangan tidak berhenti di situ. Kondisi geografis yang berbukit dan terjal menghadirkan risiko longsor di sekitar lereng jalan yang dilebarkan. Untuk itu, saluran gandeng atau lapis tebing didirikan bersamaan dengan saluran drainase. Struktur ini tidak hanya akan mencegah longsor tetapi juga melindungi jalan dari erosi dan menjaga keawetannya.

Pembangunan RTLH
Pembangunan RTLH

Meski kegiatan-kegiatan ini menjadi fokus utama, anggota Satgas TMMD Kodim 1424/Sinjai tidak melupakan kegiatan lain yang tak kalah penting. Satgas TMMD kodim 1425/Sinjai  juga mengerjakan sumur bor di 3 titik, yang akan menjadi sumber air bersih bagi warga setempat. Selain itu, program unggulan Kasad pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga dijadikan sasaran tambahan dalam kegiatan TMMD kali ini, memberikan harapan baru bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan tempat tinggal layak.

Sinergi Pembangunan Fisik dan Peningkatan Kapasitas Warga

Kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur semata. Di balik jalan-jalan yang dibangun dan jembatan yang menghubungkan, ada wawasan dan pengetahuan yang juga harus tumbuh. Itulah mengapa kegiatan TMMD tidak hanya terbatas pada kegiatan fisik. Di setiap lokasi, Kodim 1424/Sinjai selalu menyertakan program-program penyuluhan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.

Desa Arabika, tempat diadakannya kegiatan TMMD kali ini, tidak hanya menyaksikan perubahan dalam wujud fisik. Penyuluhan demi penyuluhan dilaksanakan secara berkesinambungan, menargetkan aspek kehidupan yang dianggap vital bagi masyarakat setempat. Mulai dari penyuluhan pertanian yang disesuaikan dengan kondisi tanah di ketinggian, hingga penyuluhan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga sehari-hari.

Pelatihan dan penyuluhan tanggap bencana besama BNPB
Pelatihan dan penyuluhan tanggap bencana besama BNPB

Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah Penyuluhan dan Pelatihan Tanggap Bencana. Dengan kondisi geografis yang berbukit dan rawan bencana, seperti longsor dan banjir bandang, masyarakat diajak untuk lebih siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan tersebut. Pelatihan ini memberikan pengetahuan praktis tentang cara menghadapi situasi darurat, baik saat terjadi bencana maupun dalam pencegahan.

Dengan menambahkan elemen penyuluhan non-fisik ini, cerita kegiatan pembangunan semakin komprehensif. Ini tidak hanya mencakup pembangunan fisik tetapi juga bagaimana upaya menciptakan masyarakat yang lebih siap dan tanggap dalam menghadapi tantangan di masa depan. Keberhasilan program ini tidak hanya terlihat dari apa yang dibangun, tetapi juga dari pengetahuan dan kesiapan yang diwariskan.

 

Sinergi TNI dan Masyarakat

Kegiatan ini yang dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk di Desa Arabika, merupakan wujud nyata kepedulian terhadap pemerataan pembangunan. Program ini bertujuan untuk menjangkau daerah-daerah yang terpencil dan sulit diakses, membawa perubahan positif melalui infrastruktur, penyuluhan, dan pelatihan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Pj. Bupati Sinjai, T.R. Fahsul Falah, saat menghadiri upacara pembukaan TMMD Ke 121
Pj. Bupati Sinjai, T.R. Fahsul Falah, saat menghadiri upacara pembukaan TMMD Ke 121

Inisiatif ini bukan sekadar usaha pembangunan fisik; ini adalah bukti kehadiran TNI yang senantiasa ada di tengah masyarakat, ikut serta dalam membangun desa dan daerah. Seperti yang disampaikan oleh Pj. Bupati Sinjai, T.R. Fahsul Falah, saat menghadiri upacara pembukaan kegiatan pada 24 Juli 2024. Dalam sambutannya, ia menyatakan dengan penuh apresiasi, "Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang selalu hadir membantu masyarakat dalam membangun desa. Program ini sangat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah."

Ucapan Pj. Bupati ini sekaligus menggambarkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sebuah usaha pembangunan. Ini adalah simbol komitmen bersama untuk terus memajukan setiap jengkal tanah Indonesia, membawa harapan baru bagi generasi yang akan datang.

 

Kolaborasi Satgas TMMD dan Warga Desa Arabika

Hujan deras yang terus mengguyur tak menjadi penghalang bagi semangat anggota Satgas TMMD Kodim 1424/Sinjai. Di tengah tantangan alam yang berat, mereka berlindung di bawah terpal seadanya, berusaha melanjutkan pembangunan yang sangat dinantikan oleh warga Desa Arabika. Meskipun terpal itu tidak sepenuhnya melindungi mereka dari hujan yang mengguyur dari segala arah, pekerjaan tetap berjalan. Tubuh-tubuh mereka basah kuyup, dan dinginnya udara pegunungan menjalar hingga ke tulang. Telapak tangan mulai keriput akibat cuaca yang keras, namun semangat tak pernah pudar.

.

Dedikasi anggota Satgas TMMD seolah menggugah semangat warga Desa Arabika. Mereka menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan para prajurit TNI ini bukan sekadar tugas, tetapi sebuah misi untuk membangun masa depan desa mereka. Tak ingin tinggal diam, warga mulai bergerak. Pria dan wanita dari berbagai usia ikut terjun membantu pembangunan, menciptakan kebersamaan yang tulus. Gotong royong pun mengalir secara alami, menguatkan ikatan antar warga dan anggota Satgas.

.

Tak kalah penting, peran ibu-ibu di desa yang setiap hari dengan suka rela mengirimkan makanan ke lokasi kegiatan. Makanan sederhana, namun penuh kasih sayang, menjadi sumber energi tambahan bagi anggota Satgas yang bekerja keras di bawah hujan. Hangatnya kopi yang diseduh di sela-sela pekerjaan mencairkan suasana, menghadirkan canda tawa di antara tantangan berat yang mereka hadapi. Momen-momen ini menjadi bukti bahwa kehangatan kerja sama dan rasa saling peduli mampu mengalahkan dinginnya alam.

Di sinilah nilai sejati dari TMMD tercermin bukan hanya tentang membangun jalan dan jembatan, tetapi juga tentang membangun jiwa gotong royong, kebersamaan, dan semangat persatuan. Di tengah hujan dan dingin, kekuatan komunitas terasa semakin hangat, dan pembangunan desa terus berjalan dengan penuh semangat.

 

Pengawasan dan Evaluasi yang Menginspirasi

Setelah beberapa minggu bekerja keras di lapangan, datanglah Tim Wasev (Pengawasan dan Evaluasi) yang dipimpin oleh Brigjen TNI Hadi Basuki, S. Sos., M. Tr (Han). Kehadiran Brigjen Hadi Basuki di Desa Arabika bukan hanya untuk meninjau pekerjaan, tetapi juga untuk memberikan semangat kepada para prajurit yang bertugas di lokasi. Bagi anggota Satgas TMMD, kedatangan pejabat tinggi seperti Brigjen Hadi Basuki adalah momen penting yang mereka nantikan.

Brigjen TNI Hadi Basuki, S. Sos., M. Tr (Han) saat meninjau lokasi kegiatan TMMD
Brigjen TNI Hadi Basuki, S. Sos., M. Tr (Han) saat meninjau lokasi kegiatan TMMD

Brigjen Hadi Basuki dengan teliti memeriksa setiap kegiatan yang sedang berjalan, mulai dari jembatan, pelebaran jalan, hingga saluran gandeng. Beliau juga berdialog dengan warga desa, mendengarkan tanggapan dan harapan mereka. Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan ini menjadi salah satu aspek positif yang sangat diapresiasi oleh Tim Wasev.

“Kerja keras kalian di tengah tantangan alam yang sulit ini sangat luar biasa,” ujar Brigjen Hadi Basuki, memberikan apresiasi kepada seluruh tim. Ucapan ini menjadi penyemangat tambahan bagi para anggota Satgas, yang merasa bangga bahwa upaya mereka diakui dan dihargai. Semangat ini semakin memperkuat komitmen mereka untuk menyelesaikan program TMMD dengan hasil yang memuaskan.

Kado Kemerdekaan untuk Desa Arabika

Dalam beberapa hari terakhir, cuaca yang cerah seolah-olah memberikan restu dari alam agar seluruh kegiatan TMMD di Desa Arabika dapat terselesaikan tepat waktu. Setelah melalui berbagai tantangan, termasuk cuaca ekstrem dan medan yang sulit, akhirnya 30 hari berlalu, dan seluruh kegiatan TMMD berhasil diselesaikan dengan sukses.

Pada hari penutupan, suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti Desa Arabika. Kolonel Arm Tejo Widhuro, S.Sos., M.Si., Kasrem 141/Tp, hadir untuk memimpin upacara penutupan. Dalam pidatonya, beliau memberikan apresiasi yang tinggi kepada Satgas TMMD dan seluruh warga Desa Arabika atas kerja sama dan gotong royong yang telah ditunjukkan selama program ini berlangsung. "Program TMMD ke-121 telah memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan desa kita. Kami sangat berterima kasih kepada TNI dan masyarakat yang telah bekerja keras untuk mencapai hasil yang memuaskan ini," ujar Kolonel Tejo dengan penuh rasa bangga.

Warga Desa Arabika, yang selama ini menanti perubahan, merasakan kebahagiaan yang mendalam. Jembatan yang menghubungkan desa mereka dengan desa tetangga kini berdiri kokoh, jalan yang dulu sulit dilalui kini telah diperlebar, dan saluran gandeng siap melindungi desa dari ancaman longsor. Semua ini adalah bukti nyata dari kolaborasi yang kuat antara TNI dan masyarakat.