Skip to main content
x
TNI

Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional Melalui TMMD ke-123 di Sumbawa Barat

Oleh : Letkol Inf. Andri Karsa, S.Sos., M.Han. ( Komandan Kodim 1628/Sumbawa Barat)

 

.
Dansatgas Kodim 1628/Sumbawa Barat  Letkol Inf. Andri Karsa tinjau lokasi kegiatan TMMD

 

Desa Batu Putih, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat – Matahari menggantung tinggi di langit, menyinari hamparan hijau Desa Batu Putih yang tengah bersolek menyambut pembangunan. Di antara desir angin yang berhembus, suara gemericik air bercampur dengan denting besi dan palu yang menggema di lokasi pembangunan jembatan. Di sudut desa yang masih alami, seorang pria paruh baya keluar dari semak-semak, memikul karung putih di pundaknya. Langkahnya tertatih, berjuang meniti jalan berbatu yang belum sempurna, sesekali tergelincir, namun tetap teguh melangkah.

Saya memperhatikannya dengan seksama, lalu melangkah mendekat. "Istirahat dulu, Pak," ujar saya seraya tersenyum. Pria itu, yang kemudian memperkenalkan dirinya sebagai Pak Alimuddin, menurunkan karungnya perlahan, tampak jelas raut lelah di wajahnya. Saya mengulurkan tangan, membantu menurunkan beban berat itu, dan seketika saya sadar—betapa besar perjuangan mereka setiap hari.

"Kalau jalan dan jembatan ini selesai, kami tidak perlu lagi bersusah payah seperti ini, Pak. Jagung dan padi bisa diangkut dengan kendaraan, tidak lagi dipikul seperti sekarang," ucapnya, penuh harap. Sejenak, saya membayangkan betapa beratnya kehidupan mereka sebelum infrastruktur ini dibangun. Kami larut dalam obrolan, membahas impian dan harapan yang kelak terwujud berkat pembangunan ini. Namun, waktu terus beranjak, dan Pak Badrun pun berpamitan untuk kembali mengangkut hasil panennya. Dengan semangat, saya membantu menaikkan karung kembali ke pundaknya, menepuk bahunya, dan memberikan dorongan motivasi.

.
Satgas TMMD Kodim 1628/Sumbawa Barat sedang melakukan pembangunan jembatan

Ketika sosoknya perlahan menghilang di kejauhan, saya berbalik, melangkah menuju para prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TMMD Kodim 1628/Sumbawa Barat. Mereka bekerja tanpa lelah, peluh menetes di bawah sinar matahari yang kian menyengat. Namun semangat mereka tetap menyala, karena mereka tahu—setiap tetes keringat yang jatuh adalah persembahan bagi negeri ini.

 

Pembangunan Infrastruktur untuk Kesejahteraan Warga

.
Pembangunan jalan usaha tani sepanjang 1.700 meter

 

Desa Batu Putih, dengan pesona alamnya yang memikat, menyimpan harapan besar bagi warganya. Sebagian besar penduduknya adalah petani dan peternak, menggantungkan hidup dari hasil bumi. Namun, jalan yang rusak dan jembatan yang belum memadai kerap menjadi penghalang. Dengan pembukaan jalan usaha tani sepanjang 1.700 meter, impian mereka untuk mobilitas yang lebih mudah kian mendekati kenyataan.

.
Pembukaan TMMD ke 123 Ta 2025 Kodim 1628/Sumbawa Barat

 

Pada upacara pembukaan TMMD yang berlangsung pada 19 Februari 2025, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T., menyampaikan harapannya agar TMMD ke-123 menjadi jembatan bagi sinergi dan kolaborasi dalam membangun desa yang lebih baik, sejahtera, dan mandiri.

.
Gotongroyong dan sinergitas demi kesuksesan TMMD

 

Satgas TMMD, bersama Polri dan warga, bahu-membahu menyelesaikan kegiatan ini. Alat berat didatangkan, meratakan tanah yang semula berbukit, membangun jembatan yang kokoh untuk menghubungkan desa. Para prajurit tidak hanya bekerja sebagai tenaga pembangunan, tetapi juga sebagai saudara bagi warga. Momen-momen kebersamaan terjalin erat, membentuk kisah tentang gotong royong yang tak hanya membangun desa, tetapi juga menghangatkan hati setiap orang yang terlibat.

Tidak hanya itu, perhatian juga diberikan pada pembangunan lain yang mendukung kesejahteraan warga. Drainase yang lebih baik mulai dibangun, mengalirkan air dengan lancar agar desa tak lagi digenangi banjir saat musim hujan tiba. Setiap detail kecil diperhitungkan dengan cermat, memastikan setiap tetes keringat yang tercurah dalam pembangunan ini benar-benar membawa perubahan. Desa Batu Putih perlahan bertransformasi, bukan sekadar menjadi tempat tinggal, tetapi rumah yang lebih layak, lebih aman, dan lebih sejahtera bagi setiap warganya.

 

Kegiatan Fisik dan Non-Fisik untuk Kemajuan Desa

.
RTLH yang menjadi salah saru sasaran kegiatan TMMD ke 123 Kodim 1628/Sumbawa Barat

 

Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik. TMMD ke-123 juga menghadirkan program sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga. Lima titik Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) direnovasi, memberikan harapan bagi keluarga yang selama ini tinggal dalam kondisi yang kurang layak. Mereka kini bisa merasakan kenyamanan dan keamanan dalam rumah yang baru.

.
Sentuhan spiritual dengan merenovasi masjid

 

Di bidang spiritual, Masjid Nurul Iman di Dusun Jorok Tiram turut direnovasi, membawa angin segar bagi warga yang merindukan tempat ibadah yang lebih nyaman. Bertepatan dengan bulan Ramadan, kegiatan ini menjadi hadiah istimewa bagi mereka yang ingin beribadah dengan lebih khusyuk. Suara adzan yang menggema dari masjid yang kini lebih kokoh dan bercahaya seolah menjadi panggilan suci yang lebih lantang dari sebelumnya. Malam-malam penuh doa kini semakin syahdu, dengan cahaya lampu masjid yang lebih terang menyinari langkah-langkah menuju tempat ibadah. Keheningan malam bersatu dengan lantunan ayat suci, menciptakan suasana yang menenangkan, seolah menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Desa Batu Putih, bahwa keberkahan akan selalu menyertai mereka yang terus berjuang dan bergotong royong.

Selain itu, TMMD juga menjawab kebutuhan air bersih warga dengan menghadirkan inovasi luar biasa: pembangunan sumur bor yang didukung oleh teknologi panel tenaga surya. Matahari, yang selama ini hanya menjadi saksi bisu perjuangan warga, kini diubah menjadi sumber energi yang menopang kehidupan mereka. Panel-panel surya yang dipasang rapi di sekitar sumur bekerja tanpa henti, menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi tenaga listrik yang menggerakkan pompa air.

.
Penel tenaga surya untuk kebutuhan listrik pompa air

 

Berkat teknologi ini, sumur bor dapat beroperasi secara mandiri, tanpa ketergantungan pada listrik konvensional yang kerap tidak stabil di wilayah pelosok. Air jernih kini mengalir dengan lancar, memberikan kelegaan bagi warga yang selama ini harus berjalan jauh hanya untuk mendapatkan setetes air bersih. Tidak hanya itu, penggunaan energi matahari juga menekan biaya operasional, memastikan keberlanjutan sumur ini dalam jangka panjang.

.
Kunjungan Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni, S.I.P, M.Si. ke sasaran kegiatan TMMD Kodim 1628/Sumbawa Barat

 

Kunjungan Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni, S.I.P, M.Si., menjadi momen yang penuh makna. Kehadirannya bukan sekadar agenda formalitas, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap pembangunan desa. Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, Pangdam menandatangani prasasti sebagai simbol peresmian sumur bor bertenaga surya. Tepuk tangan meriah dari warga yang berkumpul menggema di udara, mengiringi momentum bersejarah ini.

"Semoga pembangunan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka," ujar beliau dalam sambutannya. Sorot mata warga yang berbinar, wajah-wajah penuh harapan, dan senyum bahagia menggambarkan betapa besar dampak dari program ini bagi kehidupan mereka. Sumur bor ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol harapan, perubahan, dan kemajuan yang dihadirkan TMMD bagi Desa Batu Putih.

Namun, pembangunan desa tidak hanya tentang fisik. Wawasan dan pengetahuan juga harus ditingkatkan. Oleh karena itu, berbagai penyuluhan diadakan bekerja sama dengan para ahli dari berbagai bidang. Mulai dari penyuluhan kesehatan yang mengajarkan pola hidup sehat, hingga pelatihan pertanian modern yang membantu petani meningkatkan hasil panennya. Semua ini adalah bagian dari upaya menjadikan Desa Batu Putih lebih mandiri dan maju.

.
Bansos yang  juga menjadi salah satu sasaran kegiatan non fisik

 

Dengan semangat kebersamaan, TMMD ke-123 bukan sekadar tentang membangun jalan dan jembatan. Ini adalah kisah perjuangan, pengorbanan, dan harapan. Kisah tentang tangan-tangan yang bergandengan, keringat yang menetes, dan doa-doa yang dipanjatkan demi masa depan yang lebih baik. Desa Batu Putih kini tidak hanya memiliki jalan dan jembatan baru, tetapi juga semangat baru, harapan baru, dan keyakinan bahwa dengan gotong royong, tak ada mimpi yang terlalu jauh untuk digapai.

Perjuangan 30 hari Satgas TMMD Kodim 1628/Sumbawa Barat tuntas, semua kegiatan baik fisik maupun non-fisik yang menjadi sasaran dalam kegiatan TMMD Ke-123 Tahun 2025 yang mengusung tema "Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Berkelanjutan dan Ketahanan Nasional di Wilayah" terselesaikan. Lelah terbayarkan oleh senyum warga Desa.

.
Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S.Sos berfoto dengan warga

 

Kehadiran Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S.Sos dalam upacara penutupan TMMD menjadi momen penting. "Semoga dengan selesainya TMMD ini, diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat, dan saya berharap agar masyarakat dapat menjaga dan merawat hasil dari pengerjaan TMMD sehingga masa pakainya dapat lama," tegasnya.

TNI hadir dengan kasih sayang untuk rakyat, untuk pembangunan, dan untuk kesejahteraan

Dengan berakhirnya TMMD ke-123, bukan hanya infrastruktur yang terbangun, tetapi juga semangat kebersamaan dan harapan baru bagi masyarakat Desa Batu Putih. Setiap jalan yang diaspal, setiap jembatan yang dibangun, adalah saksi dari perjuangan dan dedikasi para prajurit serta warga. Program ini bukan hanya tentang membangun fisik, tetapi juga membangun jiwa-jiwa yang lebih kuat, lebih mandiri, dan lebih optimis menatap masa depan. TMMD telah usai, tetapi jejaknya akan terus dikenang, menjadi bukti bahwa ketika rakyat dan TNI bersatu, tak ada yang tak mungkin untuk diwujudkan.