Skip to main content
x
Daerah
Hasan Basri yang sedang mengalami sakit pada tulang punggung karena tertimpa kayu membutuhkan pertolongan

Patah Tulang Punggung, Hasan Basri Butuh Uluran Tangan

Kaur, Wartaprima.com - Sudah sejak bulan Apri 2017, Hasan Basri (50) mengalami kelumpuhan karena tertimpa kayu di bagian belakang badanya tepatnya di bagian punggung.

Kronologis kejadian pada saat itu, ketika Hasan Basri sedang melakukan upahan mengangkat kayu, tiba-tiba ia terpeleset dan jatuh sedangkan kayu yang ia bawa menimpah badanya. Pada saat tertimpa kayu, posisinya terduduk sehingga ia terhentak ke tanah dan beban yang ia pikul masih di atas bahu. Karena kejadian tersebut, pinggangnya patah.

Pihak keluarga sudah berusaha untuk menyembuhkan Hasan, mulai ke dukun dan tukang urut sampai berobat ke dokter namun hasilnya masih saja nihil. Disarankan oleh dokter untuk segera berobat ke Bengkulu atau Jakarta, namun karena terkendala oleh ekonomi yang tidak ada, akhirnya Hasan Basri (50) tidak dibawa ke Bengkulu dan Jakarta.

Saat disambangi oleh media di kediamannya, Hasan Basri (50) mengatakan, sekarang anaknya tidak sekolah lagi, karena tidak ada biaya. Apalagi keadaan yang seperti ini.

“Anak saya sudah berhenti sekolah karena saya terkendala dengan biaya, ditambah dengan keadaan saya yang tidak bisa untuk bergerak ini, sekarang saya pasrah saja dengan kenyataan yang menimpa,” keluh Hasan sambil meneteskan air mata.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Bakal Makmur, Heffi Supitris membenarkan jika salah satu warganya yang bernama Hasan Basri (50) tersebut sedang dalam musibah.

“Memang benar, jika warga saya Hasan sedang dalam musibah, dimana keluarganya saat ini sangat memperhiatinkan, yang mana saat ini istrinya Tati, sebagai tulang punggung untuk menggantikan suaminya untuk menghidupi ke 3 anaknya,” terang Kades, Rabu (03/10/18).

Kades Bakal Makmur, berharap pemerintah atau lembaga lainnya dapat membantu untuk meringankan beban keluarga Hasan Basri. Agar Hasan Basri bisa berobat dan bisa sembuh.

“Memang kondisi Hasan sangat memperihatinkan, saat ini keluarga membutuhkan bantuan, untuk melakukan pengobatan,” akhir kades. [Jh]