Kembalikan kejayaan jeruk RGL di Lebong, BPTP Balitbangtan Bengkulu adakan BIMTEK Penerapan GAP Tanaman Jeruk
Wartaprima.com - Rimbo Pengadang, 15 September 2022 BPTP Bengkulu telah melaksanakan Bimbingan Teknis Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Budidaya Tanaman Jeruk. Kegiatan ini merupakan rangkain dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya di Kabupaten Rejang Lebong. Bimtek dilakukan secara offline dan online dengan menggunakan aplikasi zoom.
Bertempat di aula pertemuan Balai Benih Induk Hortikultura (BBIH) Kabupaten Lebong. Hadir sebagai peserta adalah petani jeruk dan petugas terkait sebanyak 50 orang yang hadir secara offline dan 26 orang hadir secara online. Secara khusus acara dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lebong (Hedi Parindo, SE) pada sambutannya Hedi Berujar “ saat ini petani yang membudidayakan jeruk RGL tinggal 60 orang menurun jauh dari semula 200 an petani”
Narasumber ahli pada kegiatan ini adalah Dwi Agung Susanto, SP. Materi lengkap dan penyampaian yang menarik disampaikan oleh Koordinator Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Tlekung Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan buah Subtropika (Balitjestro) Litbang Kementerian Pertanian. Berbagai pertanyaan secara antusias disampaikan oleh peserta salah satunya adalah petani jeruk Cahyo Gunarso yang bertanya perihal tumpang sari jeruk dan tanaman kopi. Disampaikan oleh Agung “ Jeruk harus ditanam dengan teknologi yang tepat dari mulai memilih bibit, cara tanam, memupuk, pemangkasan hingga cara panen supaya hasil produksi maksimal”
Hadir juga sebagai narasumber dari Pemerintah Kabupaten Lebong yaitu Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Lebong (Hedi Parindo, SE), yang menyampaikan materi kebijakan program dan kegiatan pengembangan hortikultura Kabupaten Lebong. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (Jimi Tri Susilo, S.ST.Pi yang menyampaikan materi kelembagaan petani dalam mendukung peningkatan produksi jeruk.
Sesi terakhir dari BIMTEK adalah praktek pembuatan pupuk cair eco enzyme dari buah jeruk yang gugur. Praktek dibimbing oleh Kusmeadinata, SP.,MP dan petani jeruk andalan Bapak Erson. Hasil dari eco enzyme bisa diaplikasikan ke tanaman jeruk dan tanaman pertanian lainnya.
