Skip to main content
x
Foto: Lokasi kegiatan budidaya pertanian dan peternakan milik Yonif TP 868 yang berlokasi di Bukit Ilongkong, Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur.

TNI Turun ke Ladang, Kotamobagu Tancap Gas Wujudkan Swasembada Pangan.

Kotamobagu,WartaPrima.com-Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu menegaskan keseriusannya memperkuat ketahanan pangan daerah dengan menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI). Langkah konkret itu ditunjukkan melalui kunjungan langsung ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 868/Bantong Sakti, Rabu (28/01/2026).

Kunjungan berlangsung di kawasan Bukit Ilongkong, Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur—lokasi yang kini disulap Yonif TP 868 menjadi pusat budidaya pertanian dan peternakan produktif.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kotamobagu, Piter Suli, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata sinergi strategis antara TNI dan Pemerintah Daerah dalam mendukung Program Swasembada Pangan sekaligus memperkokoh ketahanan pangan nasional.

“Ini kolaborasi nyata, bukan konsep di atas kertas. TNI dan pemerintah daerah turun langsung ke lapangan untuk memastikan ketahanan pangan benar-benar terjaga,” tegas Piter Suli.

Di lokasi tersebut, 647 personel TNI dikerahkan secara aktif mengelola berbagai komoditas pertanian dan peternakan. Hasilnya, lahan yang sebelumnya terbatas kini berubah menjadi sentra produksi pangan dengan komoditas hortikultura unggulan, di antaranya:

1.Cabai rawit 2.120 pohon
2.Tomat 1.200 pohon
3.Terong 1.061 pohon
4.Kacang panjang 396 pohon
5.Timun 120 pohon
6.Bawang daun 3 bedengan
7.Kangkung darat 10 bedengan

Tak hanya sektor tanaman, Yonif TP 868 juga mengembangkan peternakan sebagai penopang pangan protein hewani, dengan populasi ternak 46 ekor itik, 64 ekor ayam, dan 2 ekor kambing.

Lebih jauh, Piter Suli mengungkapkan bahwa saat ini tengah dilakukan pengolahan lahan lanjutan untuk pengembangan komoditas buah, yakni semangka dan melon, sebagai strategi diversifikasi produksi pangan.

“Kami ingin ini berkelanjutan, berdampak langsung, dan menjadi model penguatan pangan daerah. Jika TNI dan pemerintah bersatu, ketahanan pangan bukan sekadar target, tapi kepastian,” pungkasnya.(Bams*/)