Skip to main content
x
Wakil Ketua PDDI DKI Jakarta - . Mohammad Dawam, S.H.I., M.H sedang meninjau donor darah di kampus UBM

PDDI DKI Jakarta Dukung Bakti Sosial DPKOM IARMI Universitas Pancasila

Jakarta – Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) DKI Jakarta mendukung penyelenggaraan Bakti Sosial 2026 yang digelar oleh Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI), Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia (KONAS MENWA Indonesia), dan DPKOM IARMI Universitas Pancasila sebagai upaya memperkuat gerakan kemanusiaan dan meningkatkan kepedulian sosial masyarakat.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu (15/8) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mulai pukul 07.30 WIB.
Bakti sosial menghadirkan sejumlah layanan, yakni donor darah dengan target 200 kantong darah, sunatan massal bagi 100 anak, santunan anak yatim, serta pemeriksaan kesehatan gratis (medical check-up).

Ketua PDDI DKI Jakarta, Irjen Pol. (P) Drs. Pudji Hartanto Iskandar, M.M., mengatakan kolaborasi lintas organisasi menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya donor darah sukarela sekaligus membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien di berbagai rumah sakit.

"Donor darah adalah bentuk kepedulian yang sederhana, namun memiliki dampak besar. Setiap kantong darah yang terkumpul merupakan harapan bagi pasien yang membutuhkan transfusi. Kami mengapresiasi sinergi DPN IARMI, KONAS MENWA Indonesia, dan DPKOM IARMI Universitas Pancasila dalam menyelenggarakan kegiatan kemanusiaan ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Komando Satuan (Kakomsat) Menwa Universitas Pancasila sekaligus Ketua DPKOM IARMI Universitas Pancasila, Imam Cahyadi, S.E., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi nilai-nilai bela negara melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Bakti Sosial 2026 menjadi wujud pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana membangun semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi semakin banyak pihak untuk berkontribusi dalam aksi-aksi kemanusiaan," ujarnya.

Sekretaris PDDI DKI Jakarta, Endang K.S, S.E., M.M., menambahkan bahwa target 200 kantong darah bukan sekadar angka, melainkan representasi dari harapan bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah.

"Kami berharap kolaborasi ini menjadi langkah awal sinergi yang berkelanjutan dalam membangun budaya donor darah sukarela, khususnya di lingkungan perguruan tinggi dan generasi muda," katanya.

Menurut Endang, edukasi mengenai pentingnya donor darah perlu terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang bersedia menjadi pendonor secara rutin sehingga ketersediaan darah tetap terjaga.
Melalui kegiatan tersebut, PDDI DKI Jakarta bersama DPN IARMI, KONAS MENWA Indonesia, dan DPKOM IARMI Universitas Pancasila mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Selain donor darah, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, sementara anak-anak dari keluarga yang membutuhkan akan mengikuti program sunatan massal dan menerima santunan.

PDDI DKI Jakarta menilai kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, dan komunitas relawan merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan sosial sekaligus mendukung ketersediaan darah yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.