Skip to main content
x
rutan

Rutan Bengkulu Ikuti Virtual Peresmian Ketahanan Pangan Nusakambangan

Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu turut serta mengikuti secara virtual acara Peresmian Ketahanan Pangan Nusakambangan yang dirangkai dengan Penanaman Pohon Kelapa Serentak di Seluruh Indonesia, Selasa(9/9). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut dipusatkan di Nusakambangan dan dihadiri langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, didampingi Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi.

Acara ini menjadi momentum penting dalam penguatan program ketahanan pangan nasional, khususnya yang diinisiasi oleh jajaran Pemasyarakatan di seluruh wilayah Indonesia. Nusakambangan, yang selama ini dikenal sebagai lokasi lembaga pemasyarakatan dengan tingkat keamanan tinggi, dipilih sebagai simbol sentralisasi pengembangan pangan, sekaligus menjadi model percontohan bagi unit pelaksana teknis pemasyarakatan lainnya.

Dalam sambutannya, Menteri Agus Andrianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan kebutuhan mendasar bangsa yang tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial dan kemandirian negara. “Pemasyarakatan memiliki peran besar dalam mendukung program pemerintah. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menanam pohon kelapa sebagai simbol penghijauan, tetapi juga menanam harapan untuk kemandirian pangan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjenpas Mashudi menambahkan bahwa kegiatan serentak ini adalah bagian dari strategi jangka panjang dalam mengoptimalkan potensi lahan yang dimiliki lembaga pemasyarakatan. “Kita memiliki lahan yang cukup luas di berbagai wilayah, dan potensi ini harus dikelola secara produktif. Penanaman kelapa adalah langkah awal untuk memaksimalkan potensi tersebut, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, petugas, dan masyarakat sekitar,” ungkap Mashudi.

Rutan Bengkulu yang mengikuti acara secara virtual juga menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando melalui Kasubsi Pengelolaan, Hengki Alowan menjelaskan bahwa pihaknya siap untuk mengimplementasikan kegiatan penanaman pohon kelapa di lingkungan rutan maupun lahan yang tersedia. Hal ini sejalan dengan upaya rutan dalam mendukung program kemandirian dan pembinaan ketrampilan warga binaan.

“Bagi kami di Rutan Bengkulu, kegiatan ini bukan sekadar simbolis. Kami ingin menggerakkan warga binaan untuk aktif terlibat dalam pengelolaan lahan dan penanaman kelapa, sehingga ada manfaat langsung yang bisa dirasakan. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai tanggung jawab, kerja keras, serta kecintaan pada lingkungan,” ujar Hengki.

Penanaman pohon kelapa dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai produk turunan. Dengan perawatan yang tepat, tanaman kelapa dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung program pembinaan kemandirian warga binaan.

Kegiatan serentak ini juga menegaskan komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mengintegrasikan program pembinaan dengan pembangunan berkelanjutan. Melalui konsep “Pemasyarakatan Produktif”, setiap unit pelaksana teknis diharapkan mampu memanfaatkan lahan yang dimiliki, mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar, dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.