Skip to main content
x
TNI

TMMD ke-123: Membangun Harapan, Menyatukan Negeri di Tanah Borneo

Oleh : Letkol Inf Makin S.Sos, M.IP, ( Dansatgas Kodim 1014/Pangkanbun)

.

 

Desa Pulau Nibung pagi itu berselimut kabut tipis, seolah menyimpan rahasia tentang perubahan besar yang tengah terjadi. Di kejauhan, gemuruh Vibro Roller menggetarkan tanah, menggugurkan embun yang masih menempel di ujung dedaunan. Para prajurit dan warga berbaur dalam satu ritme kerja, menggali, meratakan, dan memperkeras jalan poros Jelai—urat nadi yang akan membuka isolasi desa dari dunia luar.

Dansatgas Kodim 1014/Pbn tinjau lokasi kegiatan TMMD
Dansatgas Kodim 1014/Pbn tinjau lokasi kegiatan TMMD

 

Dengan panjang 8,06 kilometer dan lebar 15 meter, jalan ini bukan sekadar bentangan aspal dan tanah yang dipadatkan. Ia adalah harapan, jembatan menuju masa depan yang lebih cerah bagi warga Desa Pulau Nibung. Komandan Satgas TMMD, Letkol Inf Makin S.Sos, M.IP, dengan suara tegas menyampaikan, “Kami bukan hanya membangun jalan, tapi juga membangun aksesibilitas dan kesejahteraan.”

 

Sentuhan Hangat untuk Rumah yang Lebih Layak

.
Penampakan RTLH salah satu warga yang sudah selesai di kerjakan oleh satgas TMMD

 

Di sudut lain desa, tiga rumah reyot perlahan bertransformasi menjadi tempat tinggal yang lebih layak. Satrah dari Desa Sungai Damar, serta Erdawati dan Bakri dari Desa Pulau Nibung, menyaksikan dinding-dinding rumah mereka diperkuat, atap diganti, dan lantai dipadatkan. Air mata haru mengalir saat mereka menyentuh tembok yang kini lebih kokoh. “Ini bukan sekadar rumah, tapi tempat kami menata kembali hidup,” ujar Satrah lirih, matanya berbinar penuh syukur. Dengan rumah yang lebih baik, mereka bisa beristirahat dengan nyaman, merancang impian-impian baru bagi anak-anak mereka.

Air Bersih dan Ketahanan Pangan untuk Masa Depan

.
Pembangunan MCK dan sumur bor

 

Tak jauh dari sana, di Desa Sungai Damar, suara bor menggema. Lima sumur bor digali untuk mengalirkan sumber kehidupan bagi warga. Sebuah unit MCK juga dibangun, mengukir perubahan nyata dalam aspek kesehatan dan kebersihan desa. Warga kini memiliki akses air bersih yang lebih baik, mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

Sementara itu, di Desa Pulau Nibung, sawah seluas satu hektare tengah dipersiapkan untuk menanam padi, sebagai simbol ketahanan pangan yang kokoh. Petani bekerja bersama-sama, memastikan tanah siap ditanami dan hasil panen ke depan bisa mencukupi kebutuhan mereka. Di sekitar lahan itu, 500 batang pohon—Pulai, Mahoni, Blangeran, Tanjung, Tengkawang, Durian, Mangga, dan Jambu Kristal—berdiri tegak, siap tumbuh dan meneduhkan generasi mendatang.

Menanam Ilmu dan Kesadaran Masyarakat

.
Penyuluhan yang menjadi salah satu kegiatan non fisik

 

Namun, TMMD ke-123 bukan hanya tentang membangun fisik. Di balai desa, suasana berbeda terasa. Pemuda-pemudi desa duduk bersila, menyimak penyuluhan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara. Mereka belajar tentang pentingnya menjaga keutuhan bangsa, memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara. Para orang tua mendapatkan edukasi kesehatan melalui Posyandu dan Posbindu PTM.

Para ibu mencatat saran dokter tentang pencegahan stunting bagi anak-anak mereka, mencermati bagaimana pola makan yang baik dapat berpengaruh pada tumbuh kembang si kecil. Di sudut lain, diskusi serius berlangsung tentang bahaya terorisme dan radikalisme—sebuah benteng pertahanan bagi desa agar tak terseret arus paham yang menyesatkan. Kesadaran akan ancaman ini penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga persatuan.

Apresiasi dan Harapan untuk Masa Depan

.
penyerahan naskah TMMD oleh Brigjen TNI Wimoko, SE, M.Si,

 

Brigjen TNI Wimoko, SE, M.Si, dari Korem 102/Panju Panjung, tak bisa menyembunyikan kekagumannya. “Semangat gotong-royong warga luar biasa. Ini bukan sekadar program, tapi bukti nyata bahwa ketika masyarakat dan TNI bersinergi, perubahan besar bisa terjadi.”

Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael, menambahkan, “TMMD bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga membangun karakter dan kesejahteraan masyarakat.” Baginya, kerja sama antara TNI dan masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Bupati Sukamara, Masduki, turut menyuarakan kebanggaannya. “Dengan infrastruktur yang lebih baik, distribusi logistik akan lebih lancar, ekonomi warga meningkat, dan impian-impian kecil di desa ini bisa tumbuh lebih besar.” Ia berharap jalan baru yang kini terbentang bisa menjadi akses vital bagi para pedagang dan petani dalam mendistribusikan hasil bumi mereka ke pasar yang lebih luas.

Cahaya Harapan di Ujung Senja

Di ujung sore, matahari berangsur tenggelam di ufuk barat. Seorang anak kecil berlari di jalan baru yang telah dipadatkan, tertawa riang sambil menggenggam layang-layang kertas yang diterbangkannya. Jalan itu bukan hanya miliknya, tapi milik semua warga, milik masa depan yang kini terasa lebih dekat dari sebelumnya.

Di kejauhan, suara azan menggema dari Musholla Babul Jannah yang kini berdiri lebih kokoh setelah direhab. Warga berkumpul, bersyukur atas segala perubahan yang terjadi di desa mereka.

Di bawah langit Kalimantan yang perlahan menggelap, TMMD ke-123 di Desa Pulau Nibung bukan hanya sebuah program. Ia adalah cerita tentang harapan, kerja keras, dan masa depan yang kini mulai dibangun dari tanah Borneo. Sebuah langkah awal menuju perubahan yang lebih besar, sebuah bukti bahwa kemajuan bukan hanya milik kota besar, tetapi juga milik desa-desa kecil yang terus berjuang untuk masa depan yang lebih baik.