Skip to main content
x
Lapas Perempuan

Lapas Perempuan Bengkulu Gelar Sosialisasi Pencegahan TBC

Kota Bengkulu - Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bengkulu telah menggelar kegiatan Penemuan Kasus Tuberkolosis (TBC) Secara Aktif dengan Skrining Gejala dan Intervensi Rongten Dada di 374 lapas, rutan dan LPKA pada 33 kantor wilayah guna mencegah penyebaran TBC. 

Berdasarkan arahan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Gayatri Rachmi Rilowati, kegiatan ini langsung dilaksankan oleh Kasi Binadik dan Giatja beserta Petugas Klinik Lapas Perempuan Bengkulu. 

Adapun rangkaian kegiatan ini sebagai berikut Bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Lapas Perempaun Bengkulu, Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan yang diwakilil langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara Dan Keamanan Kanwil Kemenkumham Bengkulu , Alfonso Wisnu A. Dilanjutkan dengan sambutan dari Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Sri Martiana.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala UPTD Puskesmas Muara Bangkahulu (Lina Novita), Tim Tirta Medical Center (TMC), Pejabat Struktural, JFU dan JFT beserta Warga Bianaan Pemasyarakatan Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu.

Setelahnya kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan yang diawali dengan registrasi yang mana dilakukan pengecekan dan penginputan data identitas WBP, lalu dilanjutkan dengan skrining CXR yang dilakukan oleh tim vendor X-Ray TMC.

Hasil yang didapatkan selanjutnya akan ditelaah oleh dokter pemeriksa. Jika ditemukan gejala atau hasil rontgen menunjukan gambaran TBC maka WBP tersebut akan diminta untuk melakukan cek sputum/dahak. Dahak tersebut nantinya akan dilakukan Tes Cepat Molekuler (TCM) oleh Dinkes Kota Bengkulu. 

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan angka penemuan kasus TBC secara aktif dan masif pada kelompok komunal yang berisiko tinggi, rentan terhadap penularan dan penyebaran di dalam komunitas khususnya Lapas, Rutan, dan LPKA," ujar Gayatri.