Skip to main content
x
Karutan Bengkulu Memantau Proyek

Proyek Pembangunan Sarpras Rutan Bengkulu Capai 78 Persen, Pelayanan Medis Meningkat

KOTA BENGKULU - Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Bengkulu, Farizal Antony didampingi Kasubsi Pengelolaan, Ganang Mahardiko dan Kasubsi Pelayanan Tahanan, Medi Ihwandi kembali melakukan peninjauan proyek pembangunan dan rehab sarana dan prasarana Rutan Kelas IIB Bengkulu pada Kamis (14/9). Dimana menurut Farizal saat ini proyek pembangunan telah memasuki termin ke tiga dengan progres mencapai 78 persen.

"Saat ini proyek pembangunan dan rehab gedung sarana prasaran telah memasuki termin ke tiga dimana berdasarkan hasil perhitungan pihak pelaksana progres pengerjaan telah mencapai 78 persen secara global," ungkap Farizal.

Berdasarkan perhitungan tersebut Farizal optimis proyek pembangunan dan rehab yang ditargetkan selasai pada akhir tahun ini dapat diselesaikan tepat waktu. Selain itu Farizal juga mengaku dalam pelaksanaan proyek pembangunan dan rehab tersebut tidak ditemukan kendala berarti. Untuk itu Farizal berharap proyek tersebut dapat terus berjalan lancar sehingga nantinya bangunan sarpras dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi di Rutan Kelas IIB Bengkulu.

"Alhamdulillah hingga saat ini tidak ditemukan kendala berarti selama pelaksanaan proyek pembangunan. Tentu kita berharap proyek ini dapat berjalan lancar hingga nantinya pada awal tahun 2024 seluruh sarpras yang kita kerjakan dapat segera dimanfaatkan dalam menunjang pelaksanaan tusi pelayanan baik bagi warga binaan maupun masyarakat, " tegas Farizal.

Seperti diketahui tahun ini Rutan Kelas IIB Bengkulu berhasil mendapatkan bantuan langsung dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI untuk pembangunan dan rehab sejumlah bangunan seperti Gedung Kegiatan Kerja, Gedung Klinik Pratama dan Rumah Dinas Pegawai. Dimana nantinya imbuh Farizal Gedung Klinik Pratama tersebut dapat segera mengantongi izin operasi sehingga memudahkan Tim Medis Rutan Bengkulu dalam memberikan layanan kesehatan bagi warga binaan.

"Untuk Klinik Pratama target kita 2024 segera dapat mengantongi izin operasional sehingga diharapkan nantinya dapat membantu para petugas medis kita dalam memberikan layanan kesehatan bagi Warga binaan," pungkas Farizal.